ADVERTISEMENT

Surati PBB, AS Sebut Pembunuhan Jenderal Iran sebagai Pembelaan Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 18:52 WIB
Qasem Soleimani saat menghadiri rapat di Teheran, Iran, dalam foto pada September 2016 (Office of the Iranian Supreme Leader via AP, File)
New York - Amerika Serikat (AS) menyatakan kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bahwa pembunuhan Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, dalam serangan drone di Irak pekan lalu merupakan aksi membela diri.

AS juga bersumpah akan mengambil langkah tambahan 'yang diperlukan' di kawasan Timur Tengah untuk melindungi personel dan kepentingan AS.

Iran membalas kematian Soleimani dengan melancarkan serangan rudal pada Rabu (8/1) dini hari waktu setempat. Serangan rudal Iran ditargetkan terhadap dua pangkalan militer Irak yang menjadi markas tentara AS. Presiden AS Donald Trump memastikan tidak ada tentara AS yang menjadi korban serangan itu.


Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Kamis (9/1/2020), dalam surat kepada Dewan Keamanan PBB, Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft, menyatakan bahwa AS juga siap berunding dengan Iran.

"Terlibat dalam perundingan serius dengan Iran, tanpa pra-syarat, dengan tujuan mencegah untuk membahayakan perdamaian dan keamanan internasional lebih lanjut atau eskalasi rezim Iran," demikian tulis Dubes Craft dalam suratnya.

Disebutkan dalam surat Dubes Craft seperti yang dilihat Reuters, bahwa pembunuhan Soleimani dalam serangan drone di Baghdad, Irak pada 3 Januari lalu dibenarkan di bawah pasal 51 Piagam PBB. Pasal tersebut mengatur soal hak membela diri jika serangan bersenjata melanda salah satu negara anggota PBB.

"AS siap mengambil langkah tambahan di kawasan jika diperlukan untuk terus melindungi personel dan kepentingan AS," sebut surat tersebut.


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT