Round-Up

Pangkalan Militer AS Kena Serangan Balasan Iran

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 05:36 WIB
Pangkalan udara Ain al-Asad di Irak yang menjadi markas tentara AS (AP Photo/Nasser Nasser, File)


Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menegaskan bahwa Iran tidak berniat memicu perang setelah melancarkan serangan rudal terhadap markas tentara Amerika Serikat (AS) di Irak. Zarif menegaskan serangan rudal itu merupakan aksi membela diri.


"Iran mengambil dan menyimpulkan langkah-langkah proporsional dalam membela diri, sesuai pasal 51 Piagam PBB, dengan menargetkan pangkalan militer yang menjadi lokasi diluncurkannya serangan bersenjata pengecut terhadap warga dan pejabat-pejabat senior kami," tegas Zarif dalam pernyataan via Twitter seperti dilansir CNN, Rabu (8/1/2020).

"Kami tidak mencari eskalasi atau perang, tapi kami akan membela diri kami terhadap setiap agresi," imbuhnya.

Setelah terjadi serangan ke dua pangkalan militer, Presiden AS Donald Trump menyatakan 'semuanya baik'. Trump juga menyatakan bahwa penaksiran korban dan kerusakan akibat serangan rudal Iran, masih berlangsung.


"All is well! Rudal-rudal diluncurkan dari Iran terhadap dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak," tulis Trump dalam komentarnya via Twitter, seperti dilansir AFP, Rabu (8/1).

Ribuan warga Iran turun ke jalan dalam upacara pemakaman Jenderal Qassem SoleimaniRibuan warga Iran turun ke jalan dalam upacara pemakaman Jenderal Qassem Soleimani (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

"Penaksiran jumlah korban jiwa dan besarnya kerusakan sedang dilakukan sekarang. Sejauh ini, begitu baik! Kita memiliki militer paling kuat dan paling dipersenjatai di dunia, sejauh ini!" tegas Trump dalam pernyataannya.

Trump tidak memberikan pernyataan resmi pada Selasa (7/1) malam waktu setempat, atau beberapa jam setelah serangan rudal Iran. Pernyataan resmi yang disampaikan segera sudah menjadi tradisi informal bagi kepresidenan AS, terutama menyangkut krisis kebijakan luar negeri.

"Saya akan memberikan pernyataan besok pagi," imbuh Trump merujuk pada Rabu (8/1) pagi waktu AS.
Halaman

(jbr/zap)