Round-Up

Pangkalan Militer AS Kena Serangan Balasan Iran

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 05:36 WIB
Pangkalan udara Ain al-Asad di Irak yang menjadi markas tentara AS (AP Photo/Nasser Nasser, File)
Jakarta - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pernah menjanjikan pembalasan dendam kepada Amerika Serikat (AS) atas kematian Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Pangkalan militer AS di Irak pun dihujani serangan rudal.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/1/2020), media nasional Iran dalam pernyataannya mengumumkan serangan rudal terhadap target AS di Irak tersebut. Ditegaskan Iran bahwa 'respons yang lebih menghancurkan' akan diberikan jika AS kembali melancarkan serangan.

Militer Irak menyatakan ada 22 rudal balistik Iran mengenai dua pangkalan militer Irak yang menjadi markas tentara AS. Irak tidak menyebut serangan tersebut dilancarkan Iran.


Irak hanya menyebutkan 22 rudal balistik mengenai pangkalan militer Ain al-Asad dan pangkalan militer di Arbil pada Rabu (8/1) dini hari. Dua lokasi tersebut merupakan markas tentara AS dan pasukan koalisi internasional di Irak.

Setelah Soleimani tewas, Iran mengibarkan bendera merah yang merupakan panggilan pembalasan atas tewasnya SoleimaniSetelah Soleimani tewas, Iran mengibarkan bendera merah yang merupakan panggilan pembalasan atas tewasnya Soleimani (Alireza Mohammadi/ISNA via AP)

"Antara pukul 01.45 waktu setempat hingga pukul 02.15 waktu setempat, Irak diserang 22 rudal, dengan 17 rudal di pangkalan udara Ain al-Asad dan... lima rudal di kota Arbil," demikian pernyataan terbaru militer Irak di Baghdad seperti dilansir AFP dan CNN.

Pangkalan udara Ain al-Asad di wilayah Irak sebelah barat merupakan markas militer Irak terbesar yang menjadi markas tentara asing.


Iran dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Televisi nasional Iran mengklaim Iran meluncurkan 'puluhan rudal' ke pangkalan militer AS.

Belum ada laporan korban jiwa dan laporan dampak kerusakan akibat serangan rudal Iran tersebut. Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyatakan proses penaksiran kerusakan tengah berlangsung.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2