Prosesi Pemakaman Jenderal Iran Diwarnai Desak-desakan, 35 Pelayat Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 18:01 WIB
Lautan manusia memenuhi kota Kerman saat prosesi pemakaman Qasem Soleimani (AP Photo)
Teheran - Insiden desak-desakan maut terjadi saat prosesi pemakaman Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS), digelar di kota Kerman, Iran. Sedikitnya 35 orang dilaporkan tewas saat aksi dorong-dorongan dan saling injak terjadi dalam prosesi yang diikuti oleh banyak orang ini.

Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Selasa (7/1/2020), prosesi pemakaman Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone militer AS digelar pada Selasa (7/1) waktu setempat dengan diikuti banyak orang. Lautan manusia dilaporkan memenuhi jalanan kota Kerman, yang merupakan kota asal Soleimani.

Warga Iran memenuhi kawasan Alun-alun Azadi yang menjadi lokasi dua peti mati berselimutkan bendera Iran dipamerkan ke publik. Satu peti berisi jenazah Soleimani dan satu peti lainnya berisi jenazah ajudan terdekat Soleimani, Brigadir Jenderal Hossein Purjafari, yang juga tewas dalam serangan AS.


Aksi dorong-dorongan dan saling injak tak terhindarkan dengan banyaknya warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Soleimani yang sosoknya sangat dihormati oleh warga Iran. Nahas, puluhan orang dilaporkan tewas dalam insiden itu.

"Sejumlah warga yang ikut dalam prosesi pemakaman terluka dan sejumlah orang lainnya kehilangan nyawanya," sebut Kepala Departemen Medis Darurat Iran, Pirhossein Koolivand, dalam pernyataannya.

Peti yang berisi jenazah Qasem Soleimani dibawa dengan truk yang dikerumuni para pelayat di Kerman. Prosesi ini diwarnai desak-desakan yang memicu korban jiwa.Peti yang berisi jenazah Qasem Soleimani dibawa dengan truk yang dikerumuni para pelayat di Kerman. Prosesi ini diwarnai desak-desakan yang memicu korban jiwa. Foto: AP Photo



Suasana Haru Pemakaman Qassem Soleimani: