Inggris Imbau Warganya Hindari Perjalanan ke Irak dan Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Jan 2020 19:38 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Phil Noble)
London - Pemerintah Inggris mengimbau setiap warganya untuk menghindari bepergian ke Irak dan Iran. Imbauan ini disampaikan saat ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat usai serangan Amerika Serikat (AS) menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran.

"Menyusul kematian Qasem Soleimani dan meningkatnya ketegangan di kawasan... Kami sekarang mengimbau setiap warga Inggris untuk tidak bepergian ke Irak dan kami sekarang mengimbau untuk tidak bepergian ke Iran kecuali perjalanan sangat penting," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/1/2020).

"Tugas utama dari pemerintahan adalah menjaga warga Inggris tetap aman," imbuh pernyataan tersebut.


"Merujuk pada meningkatnya ketegangan di kawasan, kami mengimbau warga tidak pergi ke Irak, dengan pengecualian wilayah Kurdistan Irak, dan untuk mempertimbangkan secara hati-hati apakah perlu untuk melakukan perjalanan ke Iran. Kami akan tetap mengkaji ini," jelas pernyataan itu.

Mayor Jenderal Qasem Soleimani yang menjabat Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan drone militer AS di Irak pada Jumat (3/1) waktu setempat. Serangan AS itu memicu kemarahan Iran dan memunculkan kekhawatiran soal perang baru di kawasan Timur Tengah.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersumpah akan ada 'pembalasan dendam hebat' atas kematian Soleimani.