Kala Trump Bantu Gagalkan Serangan ke Rusia

Round-Up

Kala Trump Bantu Gagalkan Serangan ke Rusia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 20:12 WIB
Kala Trump Bantu Gagalkan Serangan ke Rusia
Presiden AS Donald Trump (Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta)
Moskow - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantu menggagalkan serangan ke Rusia. Serangan ke Rusia itu disebut akan dilakukan oleh dua orang yang terkait kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Laporan media lokal Fontanka, yang mengutip sumber FSB, menyebutkan bahwa kedua pria itu merencanakan serangan di sebuah pusat perbelanjaan dan sebuah gereja katedral yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Disebutkan juga bahwa keduanya telah mengirimkan sejumlah foto kepada ISIS untuk mengonfirmasi target-target.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir AFP, Selasa (31/12/2019), dua orang tersebut merupakan warga negara Rusia, yang diidentifikasi sebagai Nikita Semyonov (22) dan Georgiy Chernyshov (23). Keduanya berhasil ditangkap otoritas Rusia pada Jumat (27/12) lalu.

Via situs resminya, dinas keamanan Rusia, FSB, kemudian mengumumkan penahanan kedua pria itu via situs resminya. Menurut FSB dalam pernyataannya, Semyonov dan Chernyshov telah mengakui bahwa mereka merencanakan serangan untuk perayaan Tahun Baru.



Dalam pengumuman itu, FSB turut merilis sebuah video yang menunjukkan momen penangkapan kedua pria itu dan saat penggerebekan dilakukan terhadap apartemen mereka. Sejumlah amunisi, pisau, kabel listrik dan pakaian serba hitam ditemukan dalam penggerebekan itu.

Video lainnya yang dirilis FSB kepada kantor berita Rusia menunjukkan salah satu tersangka, dengan wajah ditutupi masker, sedang menyatakan sumpah setia terhadap ISIS dalam bahasa Arab. FSB mengatakan penahanan Semyonov dan Chernyshov berkat informasi yang diberikan oleh 'mitra-mitra Amerika'.



Presiden Rusia, Vladimir Putin pun lantas menyampaikan ucapan terima kasih kepada Trump pada Minggu (29/12) waktu setempat. Putin berterima kasih atas informasi intelijen yang membantu menggagalkan rencana serangan tersebut.

"Terima kasih untuk transfer informasi, melalui dinas khusus, yang memampukan pencegahan aksi teroris di Rusia," demikian pernyataan Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia soal ucapan terima kasih untuk bantuan informasi intelijen dari AS.

Pada Senin (30/12) kemarin, Semyonov dan Chernyshov pun dihadirkan dalam persidangan yang digelar tertutup di Saint Petersburg. Hakim memerintahkan bahwa keduanya akan ditahan selama penyelidikan berlangsung.
Halaman 2 dari 2
(mae/idn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads