Lagi-lagi, AS Uji Coba Rudal Balistik di Samudra Pasifik

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 09:40 WIB
Ilustrasi (AFP PHOTO/MARK RALSTON)
Ilustrasi (AFP PHOTO/MARK RALSTON)
Washington DC - Amerika Serikat (AS) menguji coba sebuah rudal balistik jangkauan menengah, yang dilarang sejak lama, di perairan Samudra Pasifik. Ini merupakan uji coba kedua dalam empat bulan terakhir.

Seperti dilansir AFP, Jumat (13/12/2019), rudal balistik dengan jangkauan menengah sebelumnya dilarang di bawah perjanjian senjata antara AS dan Rusia. Pada Agustus lalu, AS menarik diri dari perjanjian itu saat ketegangan dengan Rusia semakin meningkat.

Uji coba rudal balistik itu dilakukan Angkatan Udara AS dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg yang ada di Los Angeles sebelah barat laut. Menurut juru bicara pangkalan udara itu, uji coba rudal balistik dengan jangkauan menegah itu dilakukan pada Kamis (12/12) pagi, sekitar pukul 08.30 waktu setempat.


Dalam pernyataan terpisah, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyebut bahwa prototipe rudal yang diluncurkan dari darat itu berhasil mengudara sejauh lebih dari 500 kilometer sebelum akhirnya jatuh ke Samudra Pasifik.

"Data yang dikumpulkan dan pelajaran yang didapat dari uji coba ini akan menginformasikan pengembangan kemampuan jarak menengah di masa mendatang yang tengah dilakukan Departemen Pertahanan," sebut juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Robert Carver.

Uji coba rudal balistik pada Kamis (12/12) waktu setempat merupakan yang kedua dilakukan AS dengan melibatkan rudal jarak menengah berkemampuan nuklir dan diluncurkan dari darat, sejak AS menarik diri dari Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang ditandatangani dengan Rusia tahun 1987.
Selanjutnya
Halaman
1 2