25 Ribu Liter Air Minum Dicuri di Wilayah Australia yang Dilanda Kekeringan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 16:10 WIB
Seorang petugas pemadam kebakaran tengah berupaya memadamkan api di pinggiran Sydney (AP Photo/Rick Rycroft)
New South Wales - Kepolisian Australia tengah menyelidiki tindak pencurian puluhan ribu liter air minum di wilayah pinggiran New South Wales yang tengah dilanda kekeringan parah dan kebakaran hutan. Tindak pencurian sejumlah besar air minum ini mengejutkan otoritas setempat.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Kamis (12/12/2019), kebakaran hutan yang sangat parah di area itu telah menewaskan sedikitnya empat orang sejak November lalu. Kebakaran juga menghanguskan sekitar 1 juta hektare lahan pertanian dan semak belukar, serta menghancurkan lebih dari 400 rumah.

Dituturkan kepolisian setempat bahwa pelaku menggunakan sebuah truk tangki air dan sebuah kendaraan merek Toyota Hilux untuk mencuri sekitar 25 ribu liter air minum dari sebuah properti di kota Murwillumbah, yang ada di pinggiran pantai utara jauh di negara bagian New South Wales.


Inspektur Kepala Detektif Luke Arthurs menyebut tindak pencurian air minum di tengah masa-masa sulit di New South Wales ini 'mengejutkan'. Motif tindak pencurian air minum ini tidak diketahui secara jelas.

"Tindak pencurian semacam ini tidak bisa diterima," tegas Arthurs dalam pernyataannya. "Polisi akan melakukan penyelidikan terhadap insiden ini dan meminta siapa saja yang memiliki informasi untuk menghubungi kami," imbuhnya.

Sepanjang pekan ini, kota Sydney yang merupakan ibu kota negara bagian New South Wales diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan. Situasi ini diperburuk dengan catatan kualitas udara terburuk di negara bagian itu, yang memicu kemarahan publik dan meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintah untuk melakukan lebih banyak dalam memerangi perubahan iklim.


Sementara pihak kepolisian tengah menyelidiki dan mencari tahu pemicu kebakaran hutan, para petugas pemadam kebakaran dan para ilmuwan menyalahkan suhu udara yang melonjak dan kekeringan parah selama tiga tahun yang membuat semak belukar sangat kering sehingga mudah terbakar. (nvc/ita)