Kembali Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Anwar Ibrahim Membantah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 17:33 WIB
Anwar Ibrahim (Ari Saputra/detikcom)
Anwar Ibrahim (Ari Saputra/detikcom)
Kuala Lumpur - Politikus terkemuka Malaysia, Anwar Ibrahim, kembali dituduh melakukan tindak pelecehan seksual oleh mantan asistennya. Dengan tegas, Anwar membantah tuduhan tersebut.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Kamis (5/12/2019), tuduhan itu dilontarkan seorang pria bernama Muhammed Yusoff Rawther yang pernah menjadi asisten peneliti bagi Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin Anwar. Tuduhan semacam ini menjadi yang kesekian kalinya menerpa Anwar yang sebelumnya pernah terjerat kasus sodomi.

Pada Rabu (4/12) kemarin, Yusoff yang berusia 26 tahun ini, merilis surat pernyataan di bawah sumpah yang isinya mengklaim Anwar pernah berusaha memaksanya berhubungan seks di kantornya. Disebutkan Yusoff bahwa pernyataan tersebut dirilis baru-baru ini karena dia mengkhawatirkan keselamatannya.

"Saya menyangkal secara tegas fitnah tak berdasar ini," tegas Anwar yang kini menjabat Ketua PKR yang berkuasa di Malaysia, dalam pernyataannya pada Kamis (5/12) waktu setempat.


Lebih lanjut ditegaskan Anwar bahwa pada tanggal 2 Oktober 2018 yang disebut oleh Yussoff dalam pernyataannya, dirinya sedang berkampanye untuk pemilu daerah Port Dickson dan harus menghadiri sebuah acara untuk memperingati hari lahir Mahatma Gandhi ke-150 tahun di Kuala Lumpur, sebelum kembali ke Port Dickson.

Ditegaskan Anwar bahwa sekretaris pribadinya, Shukri Saad, akan melaporkan tuduhan ini ke polisi pada Kamis (5/12) waktu setempat. Anwar juga menyebut bahwa pengacaranya, Ramkarpal Singh, akan mengirimkan surat somasi kepada Yusoff.

"Tindakannya dimaksudkan untuk menodai citra saya menjelang Kongres Nasional PKR ke-14 dan proses transisi kekuasaan," sebut Anwar dalam pernyataannya.
Selanjutnya
Halaman
1 2