Jepang Akan Kembali Aktifkan Reaktor Nuklir yang Tutup karena Gempa 2011

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 02:30 WIB
Pembangkit Nuklir Jepang yang Pernah Porak-poranda karena Tsunami (Foto: Reuters)
Pembangkit Nuklir Jepang yang Pernah Porak-poranda karena Tsunami (Foto: Reuters)
Onagawa - Perusahaan penyedia listrik Jepang, Tohoku Electric Power, menyatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan persetujuan untuk mengaktifkan kembali reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Onagawa, setelah lebih dari 8 tahun rusak karena bencana gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011.

Dilansir Strait Times, Rabu (27/11/2019), Tohoku mengaku telah menerima lampu hijau dari Otoritas Pengaturan Nuklir Jepang untuk menghidupkan reaktor nomor 2 dengan syarat mendengarkan masukan masyarakat.



Persetujuan lebih lanjut juga diperlukan sebelum pengaktifan kembali reaktor nuklir tersebut. Persetujuan itu, kata Tohoku, harus disertai dengan persetujuan dari pemerintah lokal, yang belum dapat dipastikan apakah akan diberikan.

Onagawa merupakan stasiun nuklir di Jepang yang posisinya paling dekat dengan pusat gempa berkekuatan M 9 yang terjadi pada Maret 2011 lalu. Gempa tersebut memicu tsunami yang memakan hampir 20.000 korban jiwa.

Gempa itu juga menyebabkan bencana Fukusima yang merupakan bencana nuklir terburuk sejak tragedi Chernobyl pada tahun 1986, yang memaksa Jepang mematikan 54 reaktor nuklir yang beroperasi saat itu.



Sementara, Stasiun Onigawa dapat bertahan dengan sistem pendinginnya yang utuh, yang kemudian menyelamatkan reaktornya dari ancaman krisis seperti yang terjadi di stasiun Fukushima Daiichi Tokyo Electric Power di selatan.

Semua reaktor yang dinonaktifkan kemudian harus mendapat izin ulang di bawah standar baru usai adanya sorotan mengenai kegagalan operasional dan perizinan pascabencana itu. (mae/azr)