Miliarder Bloomberg Resmi Calonkan Diri untuk Pilpres AS, Tak Terima Donasi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 14:09 WIB
Michael Bloomberg (Foto: AFP/JOSH EDELSON)
Michael Bloomberg (Foto: AFP/JOSH EDELSON)
Washington - Mantan Walikota New York, Michael Bloomberg pada Minggu (24/11) waktu setempat secara resmi mencalonkan diri untuk bertarung dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat.

"Saya mencalonkan diri menjadi presiden untuk mengalahkan Donald Trump dan membangun kembali Amerika. Saya yakin pengalaman unik saya dalam bisnis, pemerintah, dan filantropi akan memungkinkan saya menang dan memimpin," kata Bloomberg dalam cuitan di Twitter.

Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Bloomberg saat ini memimpin kerajaan jasa keuangan yang kepemilikannya meliputi jaringan televisi, radio dan majalah yang fokus pada saran keuangan.



Tim kampanye Bloomberg telah mengeluarkan dana lebih dari US$ 30 juta untuk iklan yang akan disiarkan di saluran-saluran televisi lokal di seluruh Amerika mulai Minggu (24/11) waktu setempat.

"Kita tidak dapat menanggung empat tahun lagi untuk tindakan sembrono dan tidak etis Presiden Trump," kata Bloomberg di Washington seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/11/2019).

Bloomberg menganggap kepemimpinan Presiden Donald Trump selama ini mendekatkan Amerika kepada ancaman eksistensial dan pengikisan nilai-nilai negara.

"Jika dia menang lagi dan kembali memimpin dalam periode kedua, kita mungkin tidak akan pernah pulih dari kerusakan," cetus Bloomberg.

Sebelum pengumuman pencalonan diri Bloomberg, kepala penasihatnya, Howard Wolfson mengatakan bahwa miliarder itu tak akan menerima donasi politik untuk pencalonannya. Dia juga tak akan menerima gajinya jika dia memenangkan pemilihan presiden tahun 2020 mendatang.

"Dia tidak pernah menerima kontribusi politik dalam hidupnya. Dia tidak akan mulai menerimanya," kata Wolfson dalam sebuah wawancara seperti dilansir kantor berita AP, Senin (25/11/2019). "Dia tak bisa dibeli," imbuhnya.

Menurut Wolfson, Bloomberg "sepenuhnya independen dari kepentingan khusus, tidak akan mengambil sepeser pun dalam kontribusi."


Wolfson mengatakan bahwa dana yang akan digunakan untuk mewujudkan ambisi kepresidenannya ini akan berasal dari koceknya sendiri. Berapa dana yang diperlukan untuk mengalahkan Donald Trump? "Berapapun yang diperlukan untuk mengalahkan Donald Trump," ujar Wolfson.

Bloomberg merupakan walikota New York dari tahun 2002 hingga 2013, dan sebagai sesama warga New York dia kenal baik dengan Trump, yang oleh Bloomberg digambarkan sebagai "demagog berbahaya" yang membesar-besarkan kesuksesan bisnisnya.

(ita/ita)