Seorang Jihadis AS Terjebak di Perbatasan Turki-Yunani

Seorang Jihadis AS Terjebak di Perbatasan Turki-Yunani

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2019 05:03 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Turki, Suleyman Soylu (Foto: Adem ALTAN / AFP)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Turki, Suleyman Soylu (Foto: Adem ALTAN / AFP)
Ankara - Seorang tersangka jihadis Amerika Serikat (AS), terperangkap selama berhari-hari di antara perbatasan Turki dan Yunani. Jihadis tersebut kemudian dikirim kembali ke Amerika Serikat.

"Orang Amerika di perbatasan bersama dengan Yunani baru saja diusir dari Istanbul dengan pesawat ke Amerika Serikat," kata Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu seperti dikutip oleh media Turki, dilansir AFP, Jumat (15/11/2019).



Jihadis tersebut diidentifikasi sebagai Muhammad Darwis B, Warga Negara AS keturunan Yordania. Menurut kantor berita negara Anadolu, Darwis ditangkap di Suriah karena dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok Negara Islam.

Otoritas Turki mengatakan AS awalnya menolak untuk menerima Darwis. AS beralasan bahwa Darwis memilih untuk dideportasi ke Yunani, namun otoritas Yunani menolaknya masuk pada hari Senin.



Darwis sebelumnya terjebak di tanah tak bertuan di antara perbatasan di sebelah provinsi timur laut Turki Edirne, meskipun penjaga perbatasan Turki memberinya makanan dan mobil untuk tidur di malam hari. Kemudian, ada terobosan pada Kamis kemarin, saat Turki mengatakan AS "berkomitmen untuk membawanya kembali".

Turki telah mengkritik negara-negara barat karena tidak mengambil kembali anggota IS yang ditangkap, dan akhir-akhir ini mempublikasikan upayanya untuk mengembalikan jihadis ke negara asal mereka. Hal ini mengikuti kritik terhadap serangan Turki bulan lalu terhadap militan Kurdi di Suriah utara, yang dikeluhkan pemerintah barat akan merusak perang melawan IS.




Simak juga video Mantan Karyawan Twitter Dituduh Memata-matai Warga AS:

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fai)