Israel dan Jihad Islam Sepakat Gencatan Senjata di Gaza

Israel dan Jihad Islam Sepakat Gencatan Senjata di Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 15:06 WIB
Gempuran udara Israel di Gaza yang menewaskan komandan senior militan Jihad Islam (AP Photo/Hatem Moussa)
Gempuran udara Israel di Gaza yang menewaskan komandan senior militan Jihad Islam (AP Photo/Hatem Moussa)
Gaza City - Kelompok militan Jihad Islam mengumumkan gencatan senjata yang disepakati dengan Israel. Gencatan senjata ini mengakhiri pertempuran sengit di Gaza sejak Selasa (12/11) waktu setempat yang sejauh ini menewaskan 34 warga Palestina.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (14/11/2019), juru bicara militan Jihad Islam, Musab al-Berim, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir itu mulai berlaku pada Kamis (14/11) pagi, sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Belum ada konfirmasi dari Israel soal gencatan senjata ini. Namun diketahui bahwa Israel memang jarang mengakui kesepakatan yang dicapai dengan militan di Gaza.

Disebutkan Al-Berim bahwa gencatan senjata ini didasarkan pada daftar tuntutan yang diajukan militan Jihad Islam pada Rabu (13/11) malam waktu setempat. Tuntutan itu termasuk agar Israel menghentikan serangan terarah terhadap pemimpin militan Jihad Islam dan melonggarkan blokade terhadap Gaza yang diberlakukan selama 12 tahun terakhir.


Secara terpisah, seorang pejabat tinggi Mesir yang enggan disebut namanya mengonfirmasi gencatan senjata ini dalam pernyataan kepada AFP. Disebutkan pejabat Mesir itu bahwa 'gencatan senjata itu merupakan hasil dari upaya-upaya Mesir' dan telah didukung oleh 'faksi-faksi Palestina termasuk Jihad Islam'.

Menurut pejabat Mesir tersebut, kesepakatan gencatan senjata itu menetapkan bahwa faksi-faksi Palestina harus memastikan ketenangan kembali di Gaza dan 'menjaga perdamaian' saat unjuk rasa. Sementara Israel diharuskan menghentikan serangannya dan 'memastikan gencatan senjata' tetap diberlakukan saat unjuk rasa digelar warga Palestina.

Pertempuran sengit antara Israel dan Jihad Islam pecah sejak Selasa (12/11) pagi, setelah serangan udara Israel menewaskan seorang komandan senior militan Jihad Islam, Bahaa Abu el-Atta (41). Israel menyebut Abu el-Atta bertanggung jawab atas rentetan serangan roket dan tengah merencanakan serangan skala besar.
Selanjutnya
Halaman
1 2