Pekerja India Tewas Mendadak Saat Disandera Pemberontak di Myanmar

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 17:29 WIB
tentara Myanmar di Rakhine (Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun)
tentara Myanmar di Rakhine (Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun)
Yangon - Seorang pekerja bangunan asal India tewas mendadak saat disandera bersama sejumlah warga India lainnya oleh para pemberontak di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Kelompok pemberontak Arakan Army (AA) telah mengubah taktik mereka beberapa pekan terakhir dalam pertempuran mereka yang kian sengit dengan pasukan pemerintah Myanmar -- dengan melakukan penculikan dan penyanderaan massal di negara bagian Myanmar yang dilanda konflik tersebut.

Namun ini kali pertama kelompok tersebut menyandera para pekerja asing di wilayah tersebut, tempat berlangsungnya serangkaian proyek infrastruktur yang menghubungkan India dan Myanmar.


Sebanyak 10 orang -- termasuk lima warga India dan seorang anggota parlemen dari partai National League for Democracy pimpinan Aung San Suu Kyi -- diculik oleh para petempur AA pada Minggu (3/11) di bagian utara Rakhine. Kelompok pemberontak AA mengonfirmasi bahwa pekerja bangunan berusia 60 tahun itu meninggal mendadak saat kelompok tersebut tengah berjalan menaiki perbukitan.

"Sayangnya dia mendadak meninggal karena kelelahan ... kami tidak melakukan apapun padanya," kata juru bicara AA, Khaing Thukha kepada AFP. "Kami tidak menargetkan orang-orang India," ujarnya, tapi lebih ke anggota parlemen tersebut.


Usai insiden itu, para sandera lainnya dibebaskan oleh AA namun anggota parlemen tersebut masih disandera. Jasad korban juga telah dipulangkan.

Kelompok AA sebelumnya telah melakukan penyerangan, pembunuhan dan serangan-serangan bom dalam tujuan mereka untuk mendapatkan otonomi lebih luas bagi etnis Buddha Rakhine. Namun kelompok pemberontak ini beralih melakukan penculikan pasukan keamanan dalam beberapa pekan terakhir.


Simak juga video "Parahnya Polusi di India, Seperti Merokok 50 Batang Per Hari" :

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)