Sosok Abu Bakr al-Baghdadi, Pemimpin ISIS yang Dijuluki 'Hantu'

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 10:37 WIB
Abu Bakr al-Baghdadi dalam foto yang dirilis ISIS pada April 2019 lalu. Dalam foto ini, Baghdadi sedang diwawancarai oleh sayap media propaganda ISIS, Al-Furqan (Al-Furqan media via AP, File)

Tahun 2005, Baghdadi yang seorang ayah dari lima anak ini menyatakan sumpah setia pada Abu Musab al-Zarqawi, pemimpin brutal pecahan Al-Qaeda di Irak. Zarqawi tewas dalam serangan drone AS tahun 2006, dan setelah penggantinya juga tewas, Baghdadi mengambil alih kepemimpinan tahun 2010.

Dia menghidupkan kembali Islamic State of Iraq (ISI), yang kemudian meluas ke Suriah tahun 2013 dan menyatakan pemisahan diri dari Al-Qaeda. Beberapa tahun kemudian, kelompok yang dipimpin Baghdadi menguasai sejumlah wilayah strategis di Irak dan Suriah, membentuk sistem pemerintah yang brutal dan merekrut ribuan orang untuk bergabung 'kekhalifahan' dari luar negeri.

Baghdadi kemudian menjadi target perburuan internasional dan AS menetapkan imbalan sebesar US$ 25 juta (Rp 345 miliar) untuk kepalanya.


Jarang muncul ke publik dan menghindari sorotan -- kontras dengan mendiang pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden -- membuat Baghdadi bertahan selama bertahun-tahun. Setelah menetapkan 'kekhalifahan' ISIS tahun 2014, dia hanya merilis rekaman-rekaman audio melalui sayap propaganda online ISIS.

Oleh mantan istrinya, Saja al-Dulaimi, yang kini tinggal di Lebanon, Baghdadi disebut sebagai 'pria biasa yang penyayang keluarga' dan baik dengan anak-anak. Dia dilaporkan punya total tiga istri, yakni Asma al-Kubaysi dari Irak, Isra al-Qaysi dari Suriah dan satu pasangan lainnya dari Teluk.

Baghdadi juga dituduh berulang kali memperkosa wanita yang dijadikan 'budak seks', termasuk seorang remaja Yazidi dan pekerja kemanusiaan AS Kayla Mueller yang akhirnya dibunuh.

Halaman

(nvc/ita)