Sosok Abu Bakr al-Baghdadi, Pemimpin ISIS yang Dijuluki 'Hantu'

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 10:37 WIB
Abu Bakr al-Baghdadi dalam foto yang dirilis ISIS pada April 2019 lalu. Dalam foto ini, Baghdadi sedang diwawancarai oleh sayap media propaganda ISIS, Al-Furqan (Al-Furqan media via AP, File)

"Dia mencapai ujung terowongan saat anjing-anjing kita mengejarnya. Dia meledakkan rompinya (peledak), menewaskan dirinya dan tiga anaknya. Jasadnya termutilasi akibat ledakan itu. Terowongan runtuh atasnya," imbuh Trump.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Baghadi sempat merintih dan menangis dan berteriak sepanjang jalan' saat dikejar oleh anjing-anjing militer AS. "Dia (Baghdadi) tewas seperti anjing. Dia tewas seperti seorang pengecut. Dunia sekarang menjadi tempat yang jauh lebih aman," sebut Trump seperti dilansir CNBC.

Baghdadi tewas di sebuah kota kecil di pinggiran barat laut Suriah, yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer dari kampung halamannya di Samarra, Irak bagian barat.


Dari Militan Tak Dikenal Jadi Militan yang Diburu Internasional

Lahir dengan nama Ibrahim Awad al-Badri tahun 1971 silam, Baghdadi yang penggemar sepakbola ini tidak memiliki cukup prestasi untuk masuk sekolah hukum dan gagal masuk militer karena kesehatan matanya yang tidak maksimal. Dia kemudian pindah ke Baghdad untuk belajar Islam lebih dalam.

Setelah pasukan pimpinan AS menginvasi Irak tahun 2003, Baghdadi membentuk kelompok pemberontak sendiri tapi tidak pernah melancarkan serangan besar. Saat dia ditangkap dan ditahan di sebuah fasilitas tahanan AS di Irak pada Februari 2004, dia dikategorikan sebagai militan tingkat dua atau tiga.

Saat mendekam di Camp Bucca, fasilitas tahanan yang dikelola militer AS di Irak, Baghdadi menempa diri menjadi seorang militan. Dia bebas akhir tahun 2004 karena kurang bukti, kemudian sempat ditangkap lagi sebelum dilepaskan sebanyak dua kali karena pasukan keamanan saat itu tidak tahu siapa dia.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3