Tiba di Moskow, 'Agen Intelijen' Maria Butina: Rusia Tak Menyerah!

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Minggu, 27 Okt 2019 01:55 WIB
Foto: Maria Butina saat dibebaskan dari penjara AS (U.S. Immigration and Customs Enforcement/Handout via REUTERS)
Foto: Maria Butina saat dibebaskan dari penjara AS (U.S. Immigration and Customs Enforcement/Handout via REUTERS)
Moskow - Maria Butina yang diduga agen intelijen Rusia tiba di Moskow setelah dibebaskan Amerika Serikat (AS) lebih awal. Selepas dari tahanan, Maria Butina mengucapkan kalimat 'Rusia tidak menyerah'.

Butina terbang ke Bandara Sheremetyevo, Moskow, setelah dideportasi dari Miami setelah dilepaskan pada Jumat kemarin. Dia sebelumnya ditahan di penjara Tallahassee Florida.

Dikutip dari AFP, Sabtu (26/10/2019), Maria Butina memegang karangan bunga dan berseru 'Rusia tidak menyerah' saat tiba di Moskow setelah menjalani hukuman 9 bulan penjara di Amerika karena dugaan bertindak sebagai agen intelijen Rusia.


"Saya tidak menyerah karena saya tahu saya tidak mendapatkan hak. Russia tidak menyerah!" kata Maria Butina kepada para wartawan yang berkerumun.

"Saya sangat bahagia pulang ke rumah. Saya sangat bersyukur kepada semua orang yang mendukung saya, kepada warga Rusia yang menolong saya dan menuliskan surat," kata Butina.

Butina juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantunya.


"Terima kasih banyak kepada kementerian luar negeri dan para diplomat yang setiap hari berjuang di sisi saya," kata Butina yang diberi karangan bunga ketika ayahnya dan juru bicara kementerian luar negeri Maria Zakharova mengawalnya saat datang.

Butina yang mantan mahasiswa American University di Washington ini ditangkap pada Juli 2018 atas tuduhan terlibat spionase, meskipun dia tidak memiliki keterkaitan dengan badan-badan intelijen resmi Rusia. Dia dijatuhi vonis 18 bulan penjara oleh pengadilan AS pada April lalu.


Saat itu, dia mengaku bersalah atas satu dakwaan berkonspirasi menjadi agen bagi pemerintahan asing tanpa mendaftar secara resmi. Dakwaan ini biasanya dijeratkan AS pada orang-orang yang dituduh menjadi 'mata-mata' di wilayahnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyampaikan 'kemarahan' atas hukuman yang diterima Butina. Putin menegaskan bahwa Butina tidak menjalankan perintah apapun dari dinas keamanan Rusia. (gbr/gbr)