Kim Jong-Un Sebut Hubungannya dengan Trump Spesial

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 16:30 WIB
Trump dan Kim Jong-Un saat bertemu untuk kedua kalinya di Vietnam pada Februari lalu (REUTERS/Leah Millis)
Trump dan Kim Jong-Un saat bertemu untuk kedua kalinya di Vietnam pada Februari lalu (REUTERS/Leah Millis)
Pyongyang - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un memuji hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang disebutnya 'spesial'. Kantor berita Korut menyebut bahwa kedua pemimpin 'saling mempercayai satu sama lain'.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Kamis (24/10/2019), klaim tersebut disampaikan melalui kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), pekan ini. Pernyataan ini disampaikan setelah Korut pada awal bulan ini mengakhiri perundingan level kerja dengan AS di Swedia, yang kembali membawa perundingan denuklirisasi ke dalam ketidakjelasan setelah berbulan-bulan menemui jalan buntu.


Korut saat itu menyalahkan AS, dengan menyebut perunding dari AS enggan 'menyerah dari sudut pandang dan sikap kuno mereka'. Namun dalam laporan terbaru KCNA, Kim Jong-Un memuji hubungan dekatnya dengan Trump beberapa hari lalu.

"(Kim Jong-Un) Menyebut hubungan antara dirinya dan Presiden Trump adalah spesial," sebut KCNA dalam laporannya.


Laporan KCNA itu juga memuat pernyataan mantan perunding nuklir Korut, Kim Kye Gwan, yang kini menjadi penasihat Kim Jong-Un. Disebutkan Kim bahwa Kim Jong-Un dan Trump menikmati 'hubungan dekat'.

"Saya dengan tulus mengharapkan agar kekuatan pendorong untuk mengatasi semua hambatan antara DPRK dan AS dan untuk memajukan hubungan bilateral ke arah yang lebih baik, akan diberikan atas dasar hubungan dekat," ujar Kim Kye Gwan yang juga penasihat Kementerian Luar Negeri Korut. DPRK adalah kependekan dari Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korut.

Namun bertentangan dengan apresiasi yang disampaikan untuk Trump, Korut melontarkan kritikan untuk orang-orang di sekitar Presiden AS itu yang dipandang tidak fleksibel.

"Masalahnya adalah, bertentangan dengan penilaian politik dan niat Presiden Trump, lingkaran politik Washington dan pembuat kebijakan untuk DPRK dari pemerintahan AS yang memusuhi DPRK tanpa alasan, sibuk dengan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis," sebut Kim Kye Gwan dalam pernyataannya.


"Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Kami ingin melihat seberapa bijak AS akan melewati akhir tahun," imbuhnya.

Sebelumnya pada April lalu, Kim Jong-Un menyatakan dirinya memberikan waktu kepada pemerintahan Trump hingga akhir tahun ini untuk mengubah strategi negosiasinya.

(nvc/ita)