Hong Kong Kembali Rusuh, Polisi Kejar Demonstran Sampai Masuk Mal

Hong Kong Kembali Rusuh, Polisi Kejar Demonstran Sampai Masuk Mal

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 13 Okt 2019 20:06 WIB
Foto: Demonstran Hong Kong ditangkap (Reuters)
Foto: Demonstran Hong Kong ditangkap (Reuters)
Hong Kong - Demonstran pro-demokrasi Hong Kong kembali terlibat bentrok dengan polisi anti huru-hara. Bentrokan ini pun menimbulkan huru-hara.

Sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (13/9/2019) demonstran pro-demokrasi Hong Kong dan polisi antihuru-hara bentrok. Bentrokan ini menciptakan kaos di sekitar kota pada hari Minggu. Polisi dengan peralatan anti huru hara penuh mengejar demonstran. Mereka bahkan harus merangsek masuk ke dalam kerumunan pembeli makan siang, hingga membuat mereka ketakutan.

Beberapa aksi unjuk rasa di pusat perbelanjaan dimulai dengan damai sekitar tengah hari dengan beberapa ratus orang di setiap slogan-slogan seperti 'Bebaskan Hong Kong'. Namun, memasuki sore hari, para demonstran berpakaian hitam nampak mulai merusak toko-toko dan stasiun-stasiun metro dan mendirikan blok-blok jalan di sekitar kota.


Polisi melakukan banyak penangkapan dan mengerahkan gas air mata untuk membubarkan demonstran. Rekaman televisi menunjukkan pembeli berteriak dan beberapa terluka ketika polisi menyerbu masuk mal.

Para demonstran muda, banyak yang memakai masker wajah untuk melindungi identitas mereka, sering didukung oleh pembeli.

Di satu mal, sekelompok polisi anti huru hara lengkap dengan perisai di depan dan tabung semprotan merica tangan dipaksa mundur ke belakang. Dalam insiden lain, sekelompok 50 pembeli di dalam mal berhadapan dengan polisi anti huru hara di luar, meneriakkan 'mafia polisi Hong Kong'. Para pembeli bersorak ketika polisi pergi.

Polisi Hong Kong telah dituduh menggunakan kekuatan berlebihan ketika menangani demonstran. Mereka juga telah kehilangan kepercayaan dan rasa hormat dari banyak warga Hong Kong.

"Hong Kong dulu kota yang makmur dan sekarang dia telah menjadi negara polisi. Hong Kong adalah rumah saya. Kita harus melindunginya. Kita harus melawan, " kata pria berusia 70 tahun, bernama Hui.


Dia adalah bagian dari kelompok berusia 60 hingga 70 tahun di Nathan Road, Kowloon, yang turut menghibur para demonstran. Hong Kong telah sendiri diketahui telah dilanda gelombang demo selama empat bulan lebih.

Protes dimulai sebagai perlawanan terhadap RUU ekstradisi yang sekarang telah dicabut. Namun, gerakan demonstran ini terus berlanjut. Kerusuhan telah menjerumuskan kota itu ke dalam krisis terburuk sejak Inggris mengembalikannya ke Cina pada tahun 1997. Hong Kong menghadapi resesi pertamanya dalam satu dekade karena protes, dengan pariwisata dan ritel paling terpukul. (rdp/dnu)