Reaksi Politikus Partai Republik atas Penyelidikan Pemakzulan Trump

Reaksi Politikus Partai Republik atas Penyelidikan Pemakzulan Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 14:23 WIB
Donald Trump (REUTERS/Carlos Barria)
Washington DC - Kritikan dilontarkan para politikus Partai Republik terhadap pengumuman yang disampaikan Ketua House of Representatives (HOR) atau DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi, soal dimulainya penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Rabu (25/9/2019), pemimpin mayoritas Senat AS dari Partai Republik, Mitch McConnell, menyebut penyelidikan pemakzulan terhadap Trump itu sebagai 'penghakiman yang terburu-buru' oleh kalangan 'Demokrat Washington'.


McConnell yang politikus senior Partai Republik ini, menyatakan DPR AS seharusnya menunggu hingga informasi detail soal percakapan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, diungkap ke publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penghakiman yang terburu-buru ini muncul beberapa jam sebelum Presiden Trump menawarkan untuk merilis detail soal percakapan telepon dengan Zelenskiy. Ini muncul terlepas dari fakta bahwa proses pada level komisi sedang berlangsung untuk menangani tuduhan whistleblower melalui proses yang adil, bipartisan dan reguler," sebut McConnell.

"Ini jelas mengonfirmasi bahwa prioritas Demokrat di DPR AS tidak untuk membuat kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Amerika tapi pada fiksasi pemakzulan yang berusia nyaris 3 tahun," ucap McConnell yang merupakan Senator Kentucky ini.

Pengumuman Pelosi disampaikan setelah muncul laporan dari seorang whistleblower yang menuduh Trump menekan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, untuk melakukan penyelidikan terhadap mantan Wakil Presiden AS Joe Biden yang kini menjadi kandidat capres dari Partai Demokrat dan putranya, Hunter. Tekanan dari Trump terhadap Zelenskiy itu disampaikan dalam percakapan telepon keduanya pada 25 Juli lalu.

Hunter diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan pengeboran gas di Ukraina. Desakan Trump kepada Ukraina untuk meluncurkan penyelidikan terhadap Hunter dan Biden -- jika terbukti benar -- dianggap tidak pantas. Pelosi menyebutnya membahayakan keamanan nasional dan melanggar Konstitusi AS.


Pemimpin DPR AS untuk Partai Republik, Kevin McCarthy, juga melontarkan kritikan. Disebutkan McCarthy bahwa dirinya tidak mendukung penyelidikan pemakzulan itu. Dia juga menyebut keputusan Pelosi tidak mewakili rakyat Amerika pada umumnya.

"Ketua Pelosi kebetulan menjabat Ketua DPR AS, tapi dia tidak bicara untuk Amerika ketika menyangkut isu ini," ucap McCarthy kepada wartawan. "Dia tidak bisa memutuskan secara sepihak apa yang terjadi di sini. Mereka telah menyelidiki Presiden ini sebelum dia terpilih," imbuhnya.

Lebih lanjut, McCarthy mengkritik para anggota parlemen AS dari Partai Demokrat yang disebutnya memburu Trump. "Pemilu sudah berakhir. Kini saatnya untuk menempatkan publik di atas politik," tegasnya.

Trump telah menjanjikan akan merilis transkrip percakapan telepon 'yang lengkap, sepenuhnya tidak dirahasiakan dan tidak disensor' antara dirinya dan Zelenskiy pada Rabu (25/9) waktu setempat. Dia mengakui memang membahas Biden dalam telepon dengan Zelenskiy, namun menyangkal telah menekan Zelenskiy untuk menyelidiki Biden.


Trump juga membantah laporan yang menyebut dirinya sengaja menahan bantuan untuk Ukraina sebesar US$ 400 juta sebagai 'umpan' agar Zelenskiy meluncurkan penyelidikan yang bisa merusak citra Biden. Disebutkan Trump bahwa transkrip percakapan telepon akan menunjukkan panggilan tersebut 'sangat pantas'.

"Ketika Anda melihat transkrip percakapan telepon itu, yang saya anggap Anda akan melihatnya di beberapa titik, Anda akan paham. Panggilan telepon itu sempurna. Tidak bisa lebih baik lagi," ucap Trump kepada wartawan di sela-selat Sidang Umum PBB di New York.

Halaman 2 dari 3
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads