Dilansir dari AFP, Jumat (20/9/2019, seorang administrator di wilayah Djugu, Abel Alingi, mengatakan beberapa bangunan yang menampung pengungsi dibakar.
Serangan itu terjadi setelah serangan terpisah yang menewaskan 14 orang di lokasi yang sama pada Rabu sebelumnya.
Menurut otoritas setempat Djugu, yang berada di utara ibu kota provinsi Bunia, berada di pusat kekerasan milisi pada Juni yang menewaskan 160 orang dan menelantarkan 400 ribu orang.
Pembunuhan itu sering disalahkan pada milisi lokal yang disebut 'orang-orang Ngudjolo', yang beroperasi di hutan Wago di wilayah Djugu.
Pada 2 Juli, Presiden Felix Tshisekedi mengumumkan operasi militer besar-besaran di daerah sekitar Djugu dan Mahagi, dengan serangan meluas ke provinsi Kivu Selatan untuk membuat 'akhir yang pasti' bagi lusinan milisi yang berkeliaran di daerah tanpa hukum, kaya mineral. (knv/aud)











































