detikNews
Senin 16 September 2019, 20:00 WIB

Round-Up

Kilang Saudi Diserang, Amerika Serikat Siap Berperang

Tim detikcom - detikNews
Kilang Saudi Diserang, Amerika Serikat Siap Berperang Foto: Tuduh Iran Serang Kilang Minyak Arab Saudi, Trump Nyatakan AS
Jakarta - Kilang minyak Arab Saudi yang kena serang berbuntut panjang. Terbaru, Amerika Serikat (AS) menyatakan diri siap berperang.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (14/9/2019), serangan drone mengenai fasilitas minyak di Abqaiq dan Khurais, dua fasilitas utama Aramco yang terletak di wilayah Saudi bagian timur pada Sabtu (14/9) dini hari waktu setempat.

"Pada pukul 04.00 waktu setempat, tim keamanan industri dari Aramco mulai berurusan dengan kebakaran pada dua fasilitas di Abqaiq dan Khurais sebagai dampak dari... serangan drone," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Saudi seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA).

"Dua kebakaran itu telah berhasil dikendalikan," imbuh pernyataan tersebut.


Fasilitas Abqaiq yang berlokasi 60 kilometer sebelah barat daya kantor utama Aramco di Dhahran, merupakan lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar milik Saudi Aramco. Sedangkan fasilitas Khurais yang berjarak 250 kilometer dari Dhahran, menjadi lokasi ladang minyak utama Aramco.

Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan penyelidikan telah diluncurkan terhadap serangan-serangan drone itu. Asal serangan drone itu tidak disebut lebih lanjut oleh otoritas Saudi.

AS lantas menuding Iran bertangung jawab atas serangan ke fasilitas minyak milik Arab Saudi.



Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pihaknya akan memastikan pasar tidak terganggu akibat agresi tiu.

"Amerika Serikat akan bekerja dengan mitra dan sekutu kami untuk memastikan bahwa pasar energi tetap dipasok dengan baik dan Iran bertanggung jawab atas agresi," kata Pompeo seperti dikutip dari AFP, Senin (16/9).


Presiden AS Donald Trump pada Minggu (15/9) juga menuduh Iran berada di belakang serangan rudal atau drone terhadap kilang minyak terbesar di Arab Saudi, walaupun sebelumnya pemberontak Houthi di Yaman mengklaim mereka yang melakukan serangan itu.

Trump lalu mengucapkan soal perang. Apa katanya?



Di Twitter Trump mengatakan "ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya," dan menambahkan bahwa Washington "sudah siap perang", sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Arab Saudi.

Ini merupakan pertama kalinya Donald Trump menyatakan siap mengerahkan militer AS untuk menjawab serangan ke kilang minyak Arab Saudi yang menyebabkan produksi minyaknya bisa turun sampai setengahnya.

Citra satelit yang dirilis AS dan diperiksa kantor berita AP menunjukkan sekitar 17 'titik sasaran ledakan' di fasilitas pemrosesan minyak di Abqaiq. Dua titik ledakan lainnya ditemukan di fasilitas Khura Saudi.


Pejabat senior AS mengatakan kepada wartawan bahwa kerusakan mengindikasikan serangan itu kemungkinan diluncurkan dari Irak atau Iran, dan bukan dari Yaman.

Pejabat yang tidak mau disebut identitasnya itu menerangkan kepada kantor berita Reuters, ada indikasi bahwa serangan itu dilakukan dengan rudal jelajah. Sedangkan pemberontak Houthi mengklaim mereka menyerang dengan menggunakan drone.

Sebelumnya, Iran telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut.



Pemerintah Iran membantah tuduhan Amerika Serikat bahwa pihaknya berada di balik serangan drone terhadap instalasi-instalasi minyak Arab Saudi. Iran menyebut Washington mencari dalih untuk membalas negara tersebut.

"Tuduhan dan komentar yang sia-sia dan buta seperti itu tidak dapat dipahami dan tidak berarti," cetus juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (16/9/2019).

Baghdad juga menampik kemungkinan bahwa serangan itu dilakukan dari tanah di kawasan teritorialnya.


"Pemerintah Irak membantah laporan media bahwa wilayah Irak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap instalasi minyak Saudi," kata pemerintah Iran di Twitter. "Pemerintah Irak mengemban tugas konstitusionalnya untuk menjaga keamanan Irak dan tidak mengizinkan penggunaan wilayah Irak untuk menyerang negara-negara tetangga."

Iran dan Arab Saudi terlibat dalam perang di Yaman yang sudah berlangsung lebih empat tahun. Arab Saudi mendukung koalisi pasukan pemerintah yang memerangi pemberontak Houthi yang didukung Iran. Pemberontak Houthi sebelumnya memang beberapa kali melakukan beberapa serangan lintas perbatasan dengan drone. Namun kalangan intelijen menilai, jarak antara lokasi mereka di Yaman dan lokasi kilang minyak yang diserang di Arab Saudi terlalu jauh untuk jangkauan drone yang dimiliki pemberontak Houthi.
(gbr/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com