detikNews
Jumat 13 September 2019, 14:15 WIB

Pengusaha Ditahan, Taiwan Imbau Warganya Tak Pergi ke Hong Kong dan China

Novi Christiastuti - detikNews
Pengusaha Ditahan, Taiwan Imbau Warganya Tak Pergi ke Hong Kong dan China Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Taipei - Seorang pengusaha Taiwan ditahan setelah menyeberang dari Hong Kong ke Shenzhen, China. Otoritas Taiwan pun kini melarang setiap warganya untuk bepergian ke Hong Kong atau China daratan dengan menyebut situasi saat ini 'parah'.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Jumat (13/9/2019), pengusaha Taiwan bernama Lee Meng-chu (43) itu menghilang setelah menyeberang perbatasan dari Hong Kong ke kota Shenzhen, China pada 19 Agustus lalu. Lee juga disebut sebagai seorang penasihat dari sebuah kota kecil di Taiwan.

Lee dilaporkan hilang oleh seorang temannya, Chen Ya-lin, yang seharusnya bertemu dengannya di Jakarta pada 21 Agustus lalu. Disebutkan Chen bahwa Lee baru saja ikut unjuk rasa di Hong Kong sebelum menyeberang ke China daratan.


Pada Rabu (11/9) waktu setempat, juru bicara Kantor Urusan Taiwan di China, Ma Xiaoguang, dalam konferensi pers mengonfirmasi Lee tengah ditanyai terkait 'aktivitas kriminal yang bisa membahayakan keamanan nasional China'. Ma menyatakan Lee diselidiki 'sesuai hukum yang berlaku'. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal tuduhan yang menjerat Lee.

Menanggapi hal itu, Dewan Urusan China Daratan di Taiwan menuntut otoritas China daratan untuk memberikan 'penjelasan lengkap', termasuk informasi soal keberadaan Lee dan dakwaan yang dijeratkan terhadapnya.

"Otoritas (China) daratan tidak memberitahu kami atau keluarganya (Lee), juga tidak memberikan penjelasan," sebut Dewan Urusan China Daratan di Taiwan.

Juru bicara Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan, Hsueh Cheng-yi, menyebut penahanan Lee itu memicu kekhawatiran dan ketakutan publik Taiwan soal keselamatan jika bepergian ke Hong Kong atau China daratan. DPP juga menyatakan 'kecaman keras' terhadap penahanan Lee.

"Partai Progresif Demokratik mendorong warga untuk menghindari berkunjung ke Hong Kong dan China karena situasi internal yang sulit," demikian imbauan DPP yang kini berkuasa di Taiwan.

"Situasi di dalam wilayah Hong Kong dan China kini parah dan aktivitas bepergian harus dikurangi. Jika Anda bepergian ke area-area ini, Anda harus memperhatikan keselamatan Anda sendiri dan tetap beri informasi soal keberadaan Anda kepada teman dan kerabat Anda," imbuh pernyataan itu.


Laporan kantor berita Taiwan, Central News Agency, menyebut Lee sempat membagi-bagikan foto-foto unjuk rasa di Hong Kong dan foto tentara China yang berkumpul di perbatasan, sebelum dia menghilang.

Chen, yang merupakan teman Lee, menyebut Lee juga menjabat Direktur Asosiasi PBB untuk Pemajuan Taiwan, organisasi yang memperjuangkan masuknya Taiwan ke PBB. Namun, Chen menegaskan Lee tidak memiliki kebencian pada China daratan dan bukan pengkritik vokal pemerintahan China atau Partai Komunis China. Ditambahkan Chen bahwa Lee memang secara rutin bepergian ke China beberapa kali dalam setahun untuk urusan bisnis.

Keluarga Lee menambahkan bahwa dia hanya warga biasa dan bukan ancaman untuk pemerintah China.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com