Wanita Pengebom Bunuh Diri Tewas di Pangkalan Militer Filipina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 16:49 WIB
Ilustrasi -- Tentara Filipina (REUTERS/Romeo Ranoco)
Manila - Seorang pengebom bunuh diri yang memakai abaya meledakkan diri di luar pangkalan militer di Filipina bagian selatan. Pengebom bunuh diri itu tewas dalam aksinya, namun tidak ada korban jiwa lainnya.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (9/9/2019), serangan bom bunuh diri ini terjadi di luar pangkalan militer Filipina yang ada di kota Indanan, Sulu, Filipina bagian selatan pada Minggu (8/9) sore waktu setempat.

Militer Filipina dalam pernyataannya menyatakan, pengebom bunuh diri itu mengenakan abaya (busana khas Timur Tengah) dan bertingkah laku mencurigakan di sekitar pangkalan militer. Saat tentara yang berjaga di sekitar pangkalan militer itu meminta pelaku itu untuk tidak mendekat, ledakan terjadi.


Pelaku diyakini meledakkan dirinya sendiri. Komandan satuan tugas setempat, Mayor Jenderal Corleto Vinluan, dalam pernyataannya menyebut sebuah detonator ditemukan di lokasi ledakan. Vinluan juga menyebut bahwa ledakan bom itu bisa saja memicu banyak korban jiwa.

Dalam pernyataannya, militer Filipina menyebut pengebom bunuh diri itu memiliki wajah warga asing.

"Pengebom bunuh diri memakai abaya, seorang wanita dan berwajah asing dengan rambut panjang, berdasarkan potongan kepalanya," sebut juru bicara Satuan Tugas Gabungan Sulu, Kolonel Gerald Monfort, seperti dilansir The Philippine Star.

Serangan bom bunuh diri semacam ini tergolong langka di Filipina. Namun sejak Juli 2018 lalu, tercatat sudah ada empat serangan bom bunuh diri di Filipina, termasuk serangan terbaru. Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas tiga serangan bom sebelumnya.

Untuk serangan bom terbaru, belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab.

Namun militer Filipina mencurigai kelompok Abu Sayyaf berada di balik ledakan bom bunuh diri ini. Diketahui bahwa Sulu merupakan markas kuat kelompok Abu Sayyaf, yang telah menyatakan sumpah setia pada ISIS. Selama ini, Abu Sayyaf dikenal mendalangi penculikan dan pembajakan kapal di wilayah Filipina Selatan.

(nvc/ita)