Hong Kong Ditelan Kaos: Muncul Api, Gas Air Mata, dan Molotov

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 01 Sep 2019 00:41 WIB
Foto salah satu api yang menyala di demonstrasi Hong Kong (Reuters)
Foto salah satu api yang menyala di demonstrasi Hong Kong (Reuters)
Hong Kong - Situasi Hong Kong semakin kacau. Polisi bertindak tegas menangani para demonstran yang hendak membakar benda-benda dan melempar bom molotov.

Dilaporkan AFP, Minggu (1/9/2019), Hong Kong berada dalam situasi kaos alias kacau. Api, gas air mata, dan bom molotov menyala pada Sabtu (31/8) malam waktu setempat.

Puluhan ribu demonstran yang mengenakan payung warna-warni sudah melancarkan aksi sejak siang hari. Mereka meneriakkan yel-yel 'rebut kembali Hong Kong, revolusi era kita'.



Hari beranjak sore, rangkaian aksi kekerasan mulai terjadi di pusat bisnis kota. Kelompok minoritas demonstran yang bersikap keras (hardcore) melepaskan molotov dan batu ke arah polisi antihuru-hara.

Hong Kong Ditelan Kaos: Muncul Api, Gas Air Mata, dan MolotovFoto: Reuters

Asap hitam membumbung dari api besar yang disulut oleh pengunjuk rasa bertopeng di jalan raya. Lokasinya berada di dekat markas polisi pusat Hong Kong.

Polisi Hong Kong menyatakan 'pengunjuk rasa radikal' melemparkan 'bahan korosif dan bom bensin' ke kantor-kantor. "Ini menyebabkan ancaman serius untuk setiap orang," kata pihak kepolisian setempat.

Sebagian polisi menyamar berpakaian layaknya demonstran. Mereka berhasil menangkap sejumlah pengunjuk rasa, kejar-kejaran terjadi di kota.



Ryan, demonstran berusia 19 tahun, butuh bantuan pertolongan pertama setelah dia kena terjang peluru karet. "Tapi saya masih baik-baik saja, sepertinya saya akan lanjut berjuang malam ini," kata Ryan.

Hong Kong Ditelan Kaos: Muncul Api, Gas Air Mata, dan MolotovFoto: Reuters

Demonstrasi ini berkisar di isu usaha pemerintahan Hong Kong yang didukung Beijing, pemerintahan itu berusaha meloloskan undang-undang yang akan memperbolehkan ekstradisi ke Republik Rakyat China. Para demonstran menolaknya.

Media pemerintah Beijing, Xinhua, mengabarkan lewat video, polisi RRC sudah bersiaga di Shenzen, kota yang berbatasan dengan Hong Kong.

(dnu/ibh)