detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 00:01 WIB

Honduras Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Haris Fadhil - detikNews
Honduras Akui Yerusalem Ibu Kota Israel Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez (Foto: AFP)
Tegucigalpa - Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez akan melakukan perjalanan ke Israel pada Jumat (30/8) untuk meresmikan 'kantor diplomatik' di Yerusalem. Hal itu merupakan bagian dari pengakuan Honduras atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dilansir dari AFP, Rabu (28/8/2019) Kantor diplomatik di kota yang disengketakan itu akan menjadi perpanjangan dari kedutaan Honduras yang berbasis di Tel Aviv.

"Bagi saya itu pengakuan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel," kata Hernandez.



Kementerian luar negeri Honduras mengatakan bahwa Israel telah mengusulkan agar Honduras memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem yang sedang dianalisis dan dievaluasi dalam konteks internasional dan nasional.

Presiden AS Donald Trump memicu kemunduran dalam hubungan antara Washington dan otoritas Palestina tahun lalu. Hal itu terjadi akibat AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.



Guatemala dan Paraguay mengikuti langkah AS. Sementara Brazil mengatakan sedang mempelajari kemungkinan itu. Paraguay membalikkan keputusannya setelah hanya empat bulan.

Memindahkan kedutaan ke Yerusalem sangat kontroversial. Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, sementara Palestina memandang Yerusalem timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.

Secara tradisional, sebagian besar misi diplomatik di Israel berada di Tel Aviv karena negara-negara mempertahankan sikap netral atas status Yerusalem.



Tonton juga video Australia Akui Yerusalem Barat Ibu Kota Israel:

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com