detikNews
Selasa 30 Juli 2019, 15:59 WIB

Bocah Tewas Usai Didorong ke Depan Kereta, Publik Jerman Marah Soal Imigran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Bocah Tewas Usai Didorong ke Depan Kereta, Publik Jerman Marah Soal Imigran polisi mengamankan lokasi kejadian di stasiun kereta Frankfurt (Foto: Reuters)
Frankfurt - Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun tewas tertabrak kereta setelah didorong ke depan rangkaian kereta api yang sedang melaju di stasiun Frankfurt, Jerman. Seorang pria tiba-tiba saja mendorong bocah ini dan ibunya.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/7/2019), bocah yang tidak disebut namanya itu ditabrak rangkaian kereta cepat ICE (Intercity-Express) yang baru tiba di stasiun tersebut pada Senin (29/7) waktu setempat.

"Menurut laporan saksi-saksi mata, seorang pria berumur 40 tahun mendorong bocah laki-laki itu dan ibunya ke rel saat ICE tiba. Syukurlah, sang ibu bisa menyelamatkan diri," ujar juru bicara kepolisian, Isabell Neumann kepada para wartawan.


"Sayangnya, bocah 8 tahun itu terlindas ICE. Dia mengalami luka-luka fatal," imbuhnya. "Pria bersangkutan... kabur dari stasiun setelah kejahatan itu. Orang-orang melakukan pengejaran dan pria itu ditahan di dekat stasiun," ujarnya.

Hingga kini kepolisian Jerman belum merilis identitas pelaku. Namun kepolisian menyebut bahwa pria itu berasal dari Eritrea, Afrika timur laut. Pria berumur 40 tahun itu kini ditahan polisi. Motif perbuatan kejinya belum diketahui. Pelaku dan korban-korbannya diyakini tidak saling mengenal.

Peristiwa mengerikan ini menggemparkan Jerman dan membangkitkan kembali sentimen antiimigran di negeri yang membuka pintunya lebar-lebar bagi para pengungsi itu.

Banyak netizen menyalahkan kebijakan imigrasi Kanselir Angela Merkel atas kejadian mengerikan tersebut. Sebagian melontarkan kemarahan mereka atas apa yang mereka anggap sebagai keringanan hukuman bagi para penjahat asing.


Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) dengan cepat mengaitkan insiden ini dengan gelombang imigran dan pengungsi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Kepala faksi parlemen partai tersebut, Alice Weidel mengutuk peristiwa itu sebagai "bentuk kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya."

"Apa lagi yang harus terjadi?" tanyanya seraya menyerukan otoritas untuk "mulai melindungi warga negara kita, alih-alih mempromosikan budaya sambutan yang tak terbatas."

Namun sejumlah politisi Jerman menuding AfD mencoba mengeksploitasi tragedi itu dan menyebarkan kebencian. "Seorang bocah berumur delapan tahun meninggal -- dan apa yang dilakukan AfD? Mereka menyebarkan kebencian mereka yang menjijikkan dan rasis," tulis anggota parlemen Jerman, Bernd Riexinger dalam cuitan di Twitter.
(ita/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com