Dilansir CNN, Kamis (25/7), peluncuran proyektil jangka pendek tersebut dijelaskan oleh seorang pejabat pertahanan AS yang tidak disebutkan namanya.
Pejabat itu menambahkan bahwa peluncuran itu tampaknya menyerupai penembakan dua rudal jarak pendek yang dilakukan Korut pada Mei 2019, yang menempuh jarak sekitar 260 mil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Militer kami, dalam persiapan untuk peluncuran tambahan, mempertahankan postur kesiapannya dengan memantau gerakan terkait," kata seorang pejabat di kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan. (nvl/azr)











































