detikNews
2019/07/23 19:54:34 WIB

Sosok Boris Johnson, dari Wartawan yang Dipecat Hingga Jadi PM Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sosok Boris Johnson, dari Wartawan yang Dipecat Hingga Jadi PM Inggris Boris Johnson (AP Photo/Frank Augstein)
London - Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru, Boris Johnson, sudah banyak dikenal publik dengan berbagai jabatan yang diembannya. Johnson yang mantan wartawan ini, pernah menjabat Wali Kota London dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris.

Johnson resmi terpilih menjadi PM Inggris menggantikan Theresa May yang mengundurkan diri -- di tengah kebuntuan akibat Brexit -- pada 7 Juni lalu. Dalam pemungutan suara di kalangan Partai Konservatif yang kini berkuasa di Inggris, Johnson meraih 92.153 suara, mengungguli rivalnya, Jeremy Hunt yang kini menjabat Menlu Inggris, yang meraih 46.656 suara. Johnson akan dilantik menjadi PM baru Inggris pada Rabu (24/7) besok.

Kemenangan dalam pemungutan suara itu menjadikan Johnson sebagai Ketua Partai Konservatif yang baru dan sekaligus menempatkannya pada kursi PM Inggris.

Lahir di New York, Amerika Serikat (AS), tahun 1964, pria yang memiliki nama lengkap Alexander Boris de Pfeffel Johnson dikenal selalu ambisius. Saudara perempuan Johnson, Rachel, menyebut sejak anak-anak Johnson ingin menjadi 'raja dunia'.


Seperti dilansir AFP dan BBC, Selasa (23/7/2019), Johnson mengenyam pendidikan di sekolah elite, Eton dan kuliah di Oxford University. Dia pertama kali bekerja sebagai wartawan untuk surat kabar The Times. Dia dipecat setelah merekayasa kutipan narasumber. Namun kemudian dia berhasil menjadi koresponden di Brussels untuk media Inggris lainnya, The Daily Telegraph.

Sebagai wartawan, Johnson banyak mempertanyakan dicabutnya undang-undang yang mempromosikan hak homoseksualitas oleh pemerintah daerah. Namun saat dia terpilih menjadi anggota parlemen Inggris, Johnson mengubah arah dan mendukung perkawinan sejenis.

Johnson terpilih menjadi anggota parlemen untuk Partai Konservatif tahun 2001. Selama berkarier di parlemen Inggris, Johnson dianggap lebih liberal dibandingkan anggota Partai Konservatif lainnya. Namun 3 tahun kemudian, dia dicopot dari jabatan sebagai juru bicara partai karena diduga berbohong soal hubungan di luar nikah.

Tahun 2008, Johnson terpilih menjadi Wali Kota London menggantikan Ken Livingstone dari Partai Buruh. Dia terlih untuk periode kedua tahun 2012 dan menjabat sebagai Wali Kota London hingga tahun 2016, jabatan terlama yang pernah dipegangnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com