detikNews
2019/07/23 19:54:34 WIB

Sosok Boris Johnson, dari Wartawan yang Dipecat Hingga Jadi PM Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 2 dari 2
Sosok Boris Johnson, dari Wartawan yang Dipecat Hingga Jadi PM Inggris Boris Johnson (AP Photo/Frank Augstein)

Sebagai Wali Kota London, Johnson banyak dipuji karena pencapaiannya dalam mengurangi angka kejahatan, meningkatkan perumahan dan transportasi. Namun para pengkritik menyoroti proyek-proyek mahal yang digagasnya, termasuk proyek 'garden bridge' yang gagal yang disebut menjadi bukti bahwa visi besar Johnson tidak selalu berhasil diterjemahkan ke dalam tata pemerintahan yang baik.

Johnson dikritik karena menghabiskan anggaran lebih dari 300 ribu Poundsterling untuk tiga water cannon pengendali massa, yang sebelumnya dilarang untuk digunakan karena kekhawatiran akan digunakan berlebihan oleh aparat.

Tahun 2015, Johnson kembali ke parlemen Inggris. Sebagai perwakilan dari pinggiran Inggris, dia menjanjikan perluasan Bandara Heathrow.

Setahun kemudian, atau tahun 2016, Johnson ditunjuk menjadi Menlu oleh PM Inggris saat itu, Theresa May. Namun dia menuai kritikan setelah dianggap menghindari voting penting di parlemen untuk proyek infrastruktur dengan secara mendadak merencanakan kunjungan ke Afghanistan.


Penunjukan Johnson sebagai Menlu dinilai sangat membahayakan diplomasi Inggris karena rekam jejaknya. Faktanya, Johnson melakukan sejumlah kesalahan besar selama menjabat sebagai diplomat tertinggi Inggris. Salah satu kesalahan paling dikenal adalah saat Johnson menyebut seorang wanita keturunan Inggris-Iran yang ditahan di Iran atas dakwaan penghasutan, sebagai 'reporter magang'.

Keluarga wanita bernama Nazain Zaghari-Ratcliffe menyangkal pernyataan Johnson saat itu dan mengkhawatirkan komentar itu membahayakan kasusnya. Hingga kini, wanita itu masih ditahan di Teheran. Think-tank yang khusus membahas isu internasional, Chatham House, menyebut Johnson sebagai Menlu Inggris yang 'paling tidak sukses' sejak Perang Dunia II.

Saat referendum Brexit, atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, Johnson dikenal sebagai salah satu pendukung terkemuka. Ketika kekisruhan soal formula kesepakatan Brexit terjadi di parlemen Inggris, Johnson tetap menekankan Inggris harus keluar dari Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober mendatang -- batasan yang ditetapkan -- dengan atau tanpa kesepakatan.



Simak Juga 'Momen Emosional Pengunduran PM Inggris Theresa May':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com