detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 15:53 WIB

Perkelahian Pecah Saat Kunjungan Presiden Taiwan ke New York

Novi Christiastuti - detikNews
Perkelahian Pecah Saat Kunjungan Presiden Taiwan ke New York Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (Taiwan Presidential Office via AP)
New York - Kepolisian New York di Amerika Serikat (AS), harus melerai perkelahian yang pecah antara pendukung dan penentang Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Perkelahian ini terjadi saat Presiden Tsai melakukan kunjungan kontroversial ke AS yang kemungkinan besar akan membuat marah China.

Seperti dilansir AFP, Jumat (12/7/2019), tayangan media-media Taiwan menunjukkan momen saat perkelahian pecah di luar Grand Hyatt New York, tempat Presiden Tsai menginap selama kunjungan dua hari di AS. Insiden ini terjadi pada Kamis (11/7) waktu setempat.

Gerombolan penentang Presiden Tsai -- yang kebanyakan membawa bendera China -- meneriakkan slogan-slogan anti-Tsai dan berkelahi dengan kelompok pendukung Presiden Tsai. Kedua kelompok sama-sama menggelar aksi di luar hotel tempat Presiden Taiwan itu menginap

Seorang pria terlihat ditahan dan diborgol polisi setempat usai perkelahian itu pecah.


Diketahui bahwa Presiden Tsai menghabiskan waktu dua hari di New York, menjelang kunjungan ke sekutu-sekutu diplomatiknya di kawasan Karibia. Dalam situasi normal, seorang kepala negara yang mengunjungi AS tidak akan memicu kontroversi. Namun hal berbeda berlaku untuk Taiwan yang sejak lama berada dalam situasi diplomatik sulit dan tidak biasa.

Selama ini China masih menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang memberontak. Otoritas China juga sebelumnya menyebut Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, tidak mempunyai hak untuk menjalin hubungan negara-antara-negara.

Beberapa waktu terakhir, China meningkatkan tekanan internasional terhadap Taiwan dengan membujuk sekutu-sekutu diplomatik Taiwan untuk memutuskan hubungan. Diketahui saat ini Taiwan hanya memiliki hubungan resmi dengan 17 negara, yang nyaris semuanya merupakan negara kecil di Amerika Tengah dan Pasifik.

Pada Kamis (11/7) malam waktu AS, Presiden Tsai bertemu dengan utusan dari 17 negara yang masih menjadi sekutu diplomatik Taiwan. Kemudian pada Jumat (12/7) malam, dia akan menghadiri sebuah forum bisnis dan pada Sabtu (13/7) pagi, dia akan bertemu mahasiswa Taiwan sebelum terbang ke Karibia. Selama di Karibia, Presiden Tsai akan mengunjungi Haiti, St Vincent and The Grenadines, St Lucia, St Kitts and Nevis yang semuanya mengakui Taiwan.


China menyebut Taiwan sebagai isu paling sensitif dan penting selama menjalin hubungan dengan AS. Otoritas AS sendiri tidak punya hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun AS menjadi pendukung diplomatik dan penyuplai senjata utama untuk Taiwan.

Dalam situasi terbaru dengan AS terlibat perang dagang dengan China, hubungan AS dan Taiwan menghangat. Yang terbaru, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$ 2,2 miliar (Rp 30,6 triliun) kepada Taiwan.

Hal ini memancing kemarahan China yang meminta rencana penjualan senjata itu dibatalkan.



Simak Video "Taiwan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed