detikNews
Selasa 02 Juli 2019, 00:04 WIB

Desa di Mali Diserang Kelompok Bersenjata, 23 Orang Tewas

Haris Fadhil - detikNews
Desa di Mali Diserang Kelompok Bersenjata, 23 Orang Tewas Ilustrasi penembakan (Foto: Internet)
Bamako - Serangan kelompok bersenjata terjadi di sebuah desa penggembala Fulani di Mali. Akibatnya, ada 23 orang yang tewas dan 300 orang lainnya dikabarkan menghilang.

Dilansir dari Reuters, Senin (1/7/2019), serangan itu terjadi pada Minggu (30/6) waktu setempat. Kekerasan komunal memang tengah melonjak di kawasan itu beberapa bulan terakhir.

Serangan itu terjadi terhadap dua komunitas di Fulani pada Minggu malam di tengah serangkaian serangan mematikan antara penggembala dan petani etnis Dogon yang telah lama memperebutkan tanah dan sumber daya. Perselisihan meningkat tahun ini oleh meningkatnya kehadiran kelompok-kelompok bersenjata yang mengatasnamakan agama tertentu.



Setelah menggerebek desa Saran, para penyerang pergi ke desa lain bernama Bidi. Wali Kota Ouenkoro, Harouna Sankare, menyebut orang-orang di desa itu sudah melarikan diri.

"Karena mereka tidak menemukan siapa pun (di Bidi), mereka membakar desa dan rumah-rumah dan menyerang ternak," katanya.

Pejabat lokal lain mengonfirmasi serangan itu tetapi tidak menyebutkan jumlah korban. Pemerintahan Presiden Ibrahim Boubacar Keita telah berjanji untuk melucuti senjata milisi.

Saling balas serangan antarkelompok telah meningkat tahun ini. Pada bulan Maret, tersangka anggota milisi Dogon membunuh lebih dari 150 Fulani di Mali tengah yang disebut sebagai salah satu tindakan pertumpahan darah terburuk dalam sejarah negara itu. Razia di desa Dogon pada Juni menewaskan lebih dari 40 orang.

Ketidakstabilan semakin didorong oleh kehadiran militan yang mengatasnamakan agama yang menggunakan Mali utara dan tengah sebagai tempat peluncuran untuk melancarkan serangan di Sahel.



Di tempat lain di Mali tengah, 12 warga sipil termasuk seorang bayi tewas pada hari Minggu ketika kendaraan yang mereka tumpangi menabrak ranjau darat. Wali Kota setempat Issiaka Ganame mengatakan tidak ada penumpang yang selamat. Tidak jelas siapa yang meletakkan ranjau itu, tetapi kelompok-kelompok militan diketahui mengerahkan persenjataan semacam ini di wilayah tersebut.

Simak Video "Pembantaian di Mali: 135 Orang Tewas, Anak-anak Dibakar"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com