detikNews
Sabtu 22 Juni 2019, 12:41 WIB

Drone AS Ditembak Jatuh Iran, Semakin Banyak Maskapai Alihkan Rute

Novi Christiastuti - detikNews
Drone AS Ditembak Jatuh Iran, Semakin Banyak Maskapai Alihkan Rute Ilustrasi (Thinkstock)
Abu Dhabi - Semakin banyak maskapai yang menghindari wilayah Iran usai drone pengintai militer Amerika Serikat (AS) ditembak jatuh di atas perairan Selat Hormuz. Maskapai terkemuka seperti Emirates Airlines, Etihad Airways hingga Singapore Airlines memilih untuk mengalihkan rute penerbangan yang melewati kawasan tersebut.

Seperti dilansir AFP dan Channel News Asia, Sabtu (22/6/2019), Emirates dan Etihad yang sama-sama berkantor di Uni Emirat Arab (UAE) mengalihkan rute penerbangan mereka sebagai langkah pencegahan.


Pengalihan dan penyesuaian rute dilakukan usai Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) merilis Notice to Airmen (NOTAM) yang 'melarang pesawat-pesawat yang terdaftar di AS untuk beroperasi di atas Teluk Persia dan Teluk Oman'. AS meyakini drone militernya ditembak jatuh oleh rudal Iran saat mengudara di perairan internasional. Namun Korps Garda Revolusi Iran menyatakan drone itu 'melanggar wilayah udara Iran' dengan terbang di atas perairan Provinsi Hormozgan.

"Menyoroti situasi terkini, Emirates telah mengambil langkah-langkah pencegahan termasuk menyesuaikan rute seluruh penerbangan menjauhi area-area berpotensi dilanda konflik," demikian pernyataan juru bicara Emirates Airlines yang berkantor di Dubai.

"Kami secara hati-hati memantau perkembangan terkini dan selalu berkomunikasi secara erat dengan otoritas pemerintahan terkait soal operasi penerbangan kami, dan akan melakukan perubahan operasional lebih lanjut jika diperlukan," imbuh pernyataan itu.


Secara terpisah, Etihad Airways yang berkantor di Abu Dhabi menyatakan pihaknya mengikuti NOTAM yang dirilis FAA. "Sepakat untuk mengubah sejumlah rute penerbangan yang kami operasikan dari dan ke Teluk Arab," demikian pernyataan Etihad.

Maskapai berbujet rendah, flydubai, menyatakan pihaknya 'menyesuaikan sejumlah rute penerbangan yang sudah ada di kawasan itu sebagai langkah pencegahan'.

Sementara itu, juru bicara Singapore Airlines (SIA) menuturkan kepada Channel News Asia bahwa didasari oleh 'ketegangan yang masih berlangsung' sejumlah penerbangan akan menempuh jarak lebih panjang karena menghindari kawasan sekitar Selat Hormuz, yang menjadi lokasi drone AS ditembak jatuh.


Keputusan ini, sebut SIA, didasari sejumlah faktor seperti cuaca, keselamatan dan kondisi keamanan, kemudian saran dari lembaga internasional dan regional, lalu informasi dari konsultan keamanan independen eksternal dan setiap pembatasan yang mungkin diberlakukan nasional yang bertanggung jawab atas wilayah udara.

"Keselamatan para konsumen dan awak kami menjadi prioritas nomor satu dan kami terus mengkaji area-area yang kami lintasi. Singapore Airlines hanya memilih rute-rute yang aman dan telah diizinkan untuk dilintasi oleh otoritas terkait," tegas juru bicara SIA. "Kami akan terus memantau situasi secara saksama," imbuhnya.

Maskapai-maskapai terkemuka lainnya seperti British Airways, Qantas Airways, KLM, Lufthansa dan Malaysia Airlines juga mengumumkan penyesuaian rute penerbangan untuk menghindari area rawan konflik.


Dalam pernyataannya, FAA menyebut ada 'beberapa' pesawat sipil yang sedang terbang di sekitar drone AS yang ditembak jatuh. Yang terdekat disebut berjarak 45 mil laut (83 kilometer) dari drone AS itu. Perintah darurat yang dirilis FAA ini tidak berlaku untuk maskapai-maskapai negara lain, namun bisa dijadikan panduan.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com