detikNews
Senin 17 Juni 2019, 03:01 WIB

Seorang Pria Tikam Polisi di Jepang, Pistol Dibawa Kabur

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Seorang Pria Tikam Polisi di Jepang, Pistol Dibawa Kabur Ilustrasi bendera Jepang (Foto: Dok. Reuters)
Osaka - Seorang pria menikam petugas kepolisian di Osaka, Jepang. Pelaku juga mencuri pistol yang dibawa polisi tersebut.

Dilansir Japan Today, Minggu (16/6/2019), pelaku melarikan diri dari tempat kejadian di kota Suita. Pistol yang dicuri pelaku diketahui berisi lima peluru.


Petugas kepolisian, Suzunosuke Kose (26), ditemukan terluka dengan pisau tertancap di sisi kiri dadanya. Dia tampak mengenakan rompi anti-tusukan.

Layanan darurat memberitahukan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.40 pagi waktu setempat.



Korban diserang oleh pelaku setelah dua rekannya meninggalkannya untuk menanggapi panggilan darurat terkait pembobolan rumah. Laporan tersebut kemudian ditegaskan polisi merupakan laporan palsu.

Pelaku diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dan tingginya sekitar 170-180 sentimeter. Rekaman kamera pengintai yang dirilis polisi menunjukkan seorang pria dengan topi dan kacamata verkeliaran di sekitar kejadian di depan Stasiun Senriyama Railway Hankyu, sekitar pukul 4:15 hingga 5 sore.

Peristiwa itu terjadi ketika polisi prefektur meningkatkan pengamanan di kota terdekat Osaka, di mana pertemuan puncak G20 akan dilaksanakan pada 28 dan 29 Juni 2019.

Penikaman terhadap anggota polisi itu juga mengejutkan warga setempat. Sejumlah universitas terdekat bahkan membatalkan acara kampus terbuka.

"Petugas polisi di sini baik-baik saja. Saya berharap tersangka akan ditangkap sebelum pistol digunakan," kata seorang wanita berusia 49 tahun.

Seorang ibu dua anak berusia 31 tahun, mengaku mendengar sirene polisi terus menerus sejak pagi. Menurut dia, itu adalah pengalaman yang mengerikan.

"Mengerikan berpikir bahwa seseorang mungkin berkeliaran dengan pistol," ujar dia.

Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura memperingatkan warga Suita untuk memperhatikan keselamatan anak-anak. Dia juga mengatakan sekolah-sekolah di daerah Osaka utara diperintahkan untuk membatalkan acara dan sejumlah aktivitas.

Kelas-kelas di sekolah-sekolah di daerah itu akan dibatalkan Senin jika pelaku belum ditangkap pada pukul 9 pagi.


(knv/fdu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed