detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 15:54 WIB

Southwest Airlines Perpanjang Grounded Boeing 737 MAX Hingga 2 September

Novi Christiastuti - detikNews
Southwest Airlines Perpanjang Grounded Boeing 737 MAX Hingga 2 September Ilustrasi (Getty Images)
Dallas - Maskapai Amerika Serikat (AS), Southwest Airlines Co, memperpanjang grounded terhadap Boeing 737 MAX hingga 2 September. Langkah ini diambil menyusul langkah serupa yang dilakukan maskapai AS lainnya, American Airlines.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (14/6/2019), Southwest Airlines merupakan pengguna Boeing 737 MAX terbesar di dunia dengan memiliki 34 pesawat jenis itu. Maskapai ini sebelumnya menyatakan akan membatalkan penerbangan atau meng-grounded Boeing 737 MAX hingga 5 Agustus mendatang.

Keputusan Southwest Airlines ini menyusul American Airlines yang telah memutuskan memperpanjang grounded hingga 3 September, dari yang tadinya hingga 19 Agustus.

Maskapai-maskapai dunia saat ini sedang menunggu persetujuan aturan untuk perbaikan software dan perbaruan latihan pilot oleh Boeing, yang akan membuka jalan bagi Boeing 737 MAX untuk kembali mengudara usai di-grounded secara global menyusul dua tragedi Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302.


Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat, FAA pada Rabu (12/6) waktu setempat, menyatakan tidak memiliki kerangka waktu secara spesifik untuk kembali mengizinkan Boeing 737 MAX mengudara.

Boeing belum melakukan uji terbang sertifikasi yang diperlukan sebelum mengajukan perbaikan software dan perbaruan latihan untuk disetujui FAA. Namun diketahui bahwa Boeing tengah membahasnya dengan pihak maskapai-maskapai dan FAA.

"Kami terdorong oleh kemajuan-kemajuan yang dilaporkan dan meniti jalan ke depan untuk kembali beroperasinya pesawat, dan kami tetap yakin bahwa setelah disertifikasi oleh FAA, perbaikan akan mendukung operasi aman (Boeing 737) MAX," demikian pernyataan maskapai Southwest Airlines.

Begitu FAA mengizinkan Boeing 737 MAX kembali mengudara, Southwest Airlines mengatakan akan dibutuhkan waktu 39 hari untuk mempersiapkan pesawat itu kembali beroperasi.


Diketahui bahwa tanpa pesawat yang cukup untuk memenuhi permintaan penumpang, para operator Boeing 737 MAX harus menanggung kerugian dan penambahan biaya karena harus membatalkan ribuan penerbangan saat puncak perjalanan musim panas di AS.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed