DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 19:54 WIB

Harapkan Kompensasi untuk Boeing 737 MAX, Turkish Airlines Temui CEO Boeing

Novi Christiastuti - detikNews
Harapkan Kompensasi untuk Boeing 737 MAX, Turkish Airlines Temui CEO Boeing Ilustrasi (BBC World)
Ankara - Maskapai Turkish Airlines tengah mengupayakan kompensasi dari Boeing terkait kerugian yang dialami akibat grounding seluruh pesawat jenis Boeing 737 MAX. Turkish Airlines diketahui meng-grounded 12 pesawat Boeing 737 MAX sejak tragedi Ethiopian Airlines pada Maret lalu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (22/5/2019), grounding Boeing 737 MAX dilakukan Turkish Airlines hingga batas waktu yang tidak ditentukan, setidaknya hingga masalah yang dimiliki pesawat model terbaru Boeing itu diperbaiki. Tragedi Ethiopian Airlines pada Maret lalu menewaskan 157 orang.


Direktur Turkish Airlines, Ilker Ayci, menyatakan bahwa dirinya akan bertemu dengan CEO Boeing Dennis Muilenburg pada Jumat (24/5) mendatang. Pertemuan itu, menurut kantor berita Anadolu Agency, bertujuan membahas pesanan ditangguhkan dari Boeing dan harapan mendapat kompensasi atas kerugian yang dialami Turkish Airlines.

"Ada langkah-langkah tak diragukan yang kami harap diambil oleh mereka, menyoroti harapan kami atau realitas sektor ini, untuk membayar kerugian kita, masalah kapasitas yang kami alami dan masalah frekuensi hingga batas tertentu," sebut Ayci dalam pernyataannya.

"Mereka mengambil langkah-langkah ini dengan serius karena mereka datang untuk mengunjungi secara langsung di level tertinggi," imbuhnya.


Ayci mengharapkan agar persoalan Boeing 737 MAX ini bisa diselesaikan sebelum akhir musim panas.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Singapura, Inggris dan Australia, meng-grounded Boeing 737 MAX sejak Maret setelah tragedi Ethiopian Airlines ET 302. Tragedi tersebut merupakan yang kedua setelah tragedi Lion Air JT 610 pada Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang.

Tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines yang sama-sama melibatkan Boeing 737 MAX telah memicu krisis terburuk bagi Boeing dalam beberapa tahun terakhir.


Sejumlah maskapai lainnya telah meminta kompensasi dari Boeing, seperti United Airlines, Ryanair, Flydubai, serta tiga maskapai terbesar China, yakni China Eastern Airlines, Air China, dan China Southern Airlines.

Otoritas Penerbangan Federal AS atau FAA menggelar pertemuan otoritas penerbangan global di Dallas, Texas pada Kamis (23/5) besok. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengkaji software dan proposal pelatihan dari Boeing sebelum mengambil keputusan untuk mengakhiri grounding Boeing 737 MAX selama dua bulan terakhir.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed