DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 16:23 WIB

Australia Gelar Pemilu, Partai Oposisi Diperkirakan Menang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Australia Gelar Pemilu, Partai Oposisi Diperkirakan Menang PM Australia Scott Morrison (Foto: AAP Image/Mick Tsikas via REUTERS)
Canberra - Bangsa Australia menggelar pemilihan umum (pemilu) hari Sabtu ini. Partai oposisi, Partai Buruh, diperkirakan akan memenangi pemilu dan mengalahkan koalisi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Scott Morrison.

Pemilu ini diselenggarakan untuk memilih anggota parlemen yang berhak duduk di 151 kursi DPR dan 40 dari total 76 kursi anggota senat. Pemilu ini diikuti oleh koalisi Partai Liberal Nasional yang merupakan petahana melawan Partai Buruh. Koalisi pemerintahan Australia saat ini adalah gabungan dari Partai Liberal Australia dan Partai Nasional Australia.

Menurut hasil exit poll seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (18/5/2019), Partai Buruh memenangi pemilu ini.

Polling Nine-Galaxy menunjukkan bahwa Partai Buruh mengalahkan koalisi Partai Liberal Nasional dengan perolehan suara 52-48 persen, yang menunjukkan mayoritas parlemen. Ini berarti pemimpin Partai Buruh, Bill Shorten akan menjadi PM Australia yang baru, menggantikan petahana PM Morrison.


Hasil polling ini mirip dengan jajak-jajak pendapat sebelumnya yang digelar sebelum pemilu hari ini. Exit poll ini dirilis beberapa saat sebelum TPS-TPS ditutup di wilayah Australia timur pada pukul 18.00 waktu setempat, dengan pemungutan suara masih berlangsung di wilayah Australia barat.

Sebelumnya, polling terakhir yang dilakukan Ipsos pada Jumat (17/5) waktu setempat menunjukkan Partai Buruh memimpin dengan perolehan suara 51 persen melawan Liberal yang dipimpin Perdana Menteri Scott Morrison dengan 49 persen.

Dalam pemilu ini, nyaris 17 juta orang diperkirakan akan memberikan suara mereka di seluruh penjuru Australia.


Morrison telah menjadi PM sejak Agustus 2018 lalu, setelah kaukus parlementernya memilih untuk menggulingkan pemimpin sebelumnya, Malcolm Turnbull. Partai Buruh telah unggul dalam setiap pemungutan suara nasional sejak paruh kedua tahun 2017, tetapi kampanye kali ini telah menyaksikan pertarungan yang makin ketat.

Morrison sendiri sebelumnya mengakui bahwa pemilu ini akan berlangsung ketat. "Ini akan menjadi pemilihan paling ketat yang pernah kita saksikan selama bertahun-tahun," ujar Morrison, dalam pidato terakhir sebelum pemungutan suara di Queensland.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed