detikNews
Senin 13 Mei 2019, 20:19 WIB

WNI yang Ditangkap Terkait Plot Teror di Malaysia Ingin Jihad di Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
WNI yang Ditangkap Terkait Plot Teror di Malaysia Ingin Jihad di Suriah Ilustrasi (Thinkstock)
Kuala Lumpur - Satu warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap otoritas Malaysia terkait rencana serangan saat bulan suci Ramadhan, dilaporkan sempat ingin berjihad di Suriah. WNI yang tidak disebut namanya ini disebut bekerja di sebuah pabrik seng yang ada di Malaysia.

Otoritas Malaysia menangkap empat orang, termasuk satu WNI, dalam penggerebekan di Kuala Lumpur dan Terengganu pada 5-7 Mei. Keempat orang yang tidak disebut identitasnya itu dicurigai merencanakan serangan teror dan pembunuhan saat Ramadhan. Keempatnya disebut terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Seperti dilansir media lokal Malaysia, Malay Mail dan The Star, Senin (13/5/2019), Kepolisian Malaysia menyebut satu WNI yang ditangkap di Subang Jaya diketahui berusia 49 orang dan bekerja di sebuah pabrik seng di Negeri Jiran.

"Dia (WNI yang ditangkap) mengakui menjadi bagian dari sel gerombolan serigala Daesh (nama lain ISIS) dan pernah berniat berjihad di Suriah," sebut Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador, dalam konferensi pers.


Tiga tersangka lainnya terdiri atas satu warga Malaysia yang disebut sebagai dalang utama di balik rencana serangan teror ini dan dua warga Rohingya dari Myanmar. Si warga Malaysia yang berprofesi sebagai pekerja konstruksi dan berusia 34 tahun ini ditangkap di Kuala Berang, Terengganu.

Sedangkan dua warga Rohingya yang ditangkap di Kuala Lumpur dan Old Klang Road disebut berusia 20 tahun dan 25 tahun, yang salah satunya memiliki kartu identitas dari Badan Pengungsi PBB atau UNHCR.

"Mereka semua akan didakwa di bawah Undang-Undang Pidana 574 dan akan diselidiki di bawah Undang-Undang Pelanggaran Keamanan 2012," imbuh Abdul Hamid.


Dalam konferensi pers, Abdul Hamid menyebut keempat tersangka yang ditangkap merencanakan serangan terhadap warga non-muslim untuk membalas kematian seorang petugas pemadam kebakaran Malaysia, Muhammad Adib Mohd Kassim. Muhammad Adib yang seorang muslim ini tewas setelah dipukuli secara brutal dalam saat kerusuhan rasial di sebuah kuil Hindu pada November 2018.

"Unit pemberantasan terorisme kita menemukan sel 'gerombolan serigala' yang beraliansi dengan IS (nama lain ISIS), yang berencana untuk membunuh target-target kelas atas dan melancarkan serangan teror secara serentak terhadap lokasi hiburan juga kuil Hindu dan Buddha dan gereja-gereja Nasrani," ungkap Abdul Hamid.

"Seluruh empat tersangka mengakui merencanakan serangan-serangan untuk minggu pertama Ramadhan untuk membalas kematian petugas pemadam kebakaran Muhammad Adib yang tewas saat kerusuhan di kuil Seafield," imbuhnya.

"Mereka berencana untuk membunuh pihak-pihak yang menurut mereka telah menyinggung Islam atau tidak membela hak-hak muslim," sebut Abdul Hamid.


Dalam penangkapan empat tersangka, polisi Malaysia menyita sebuah pistol jenis CZ kaliber 9 mm dengan 15 butir peluru dan enam bom rakitan (IED) sepanjang kira-kira 18 cm. Kepolisian Malaysia meyakini senjata dan bom yang disita mungkin berasal dari Suriah.


(nvc/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed