DetikNews
Kamis 09 Mei 2019, 16:32 WIB

Korut Tembakkan Proyektil Tak Teridentifikasi Usai Uji Coba Rudal

Novi Christiastuti - detikNews
Korut Tembakkan Proyektil Tak Teridentifikasi Usai Uji Coba Rudal Ilustrasi (REUTERS/KCNA/Files)
Pyongyang - Korea Utara (Korut) terdeteksi menembakkan sebuah proyektil tak teridentifikasi pada Kamis (9/5) ini. Hal ini terjadi kurang dari seminggu setelah Korut menguji coba sejumlah roket dan rudal buatannya.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Kamis (9/5/2019), informasi soal aktivitas terbaru Korut menembakkan proyektil itu dibeberkan oleh Kantor Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan (Korsel) dalam pernyataan terbarunya.

Disebutkan Kantor Kepala Staf Gabungan Korsel dalam pernyataannya, bahwa setidaknya satu proyektil tak teridentifikasi ditembakkan oleh Korut pada Kamis (9/5) sekitar pukul 16.30 waktu setempat.

Proyektil itu terdeteksi ditembakkan dari sebuah lokasi di Sino-ri, Provinsi Pyongbuk, Korut sebelah barat laut. Proyektil itu dilaporkan ditembakkan ke arah timur Korut.


Detail soal peluncuran proyektil tersebut tidak diungkapkan lebih lanjut oleh Korsel. Belum ada pernyataan resmi Korut terkait hal ini.

Secara terpisah, kelompok think-tank Center for Strategic International Studies (CSIS) yang berbasis di AS menyebut lokasi peluncuran proyektil Korut pada Kamis (9/5) waktu setempat diyakini sebagai lokasi pangkalan rudal jarak menengah Rodong. Disebutkan juga bahwa Sino-ri menjadi salah satu lokasi dari 20 fasilitas rudal Korut yang tidak dilaporkan.

Aktivitas Korut menembakkan proyektil ini terjadi kurang dari satu pekan setelah pemimpin Korut, Kim Jong-Un, mengawasi uji coba sistem persenjataan terbaru, yang terdiri dari sejumlah roket dan setidaknya satu rudal jarak pendek.

Uji coba pada Sabtu (4/5) lalu kembali meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea saat kebuntuan menyelimuti perundingan antara Korut dan Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan terbaru pada Rabu (8/5) waktu setempat, Korut mengecam AS dan Korsel yang menyebut uji coba Korut itu sebagai aksi provokasi. Ditegaskan Korut bahwa uji coba pekan lalu merupakan uji coba 'rutin dan bersifat mempertahankan diri'.


Namun diketahui bahwa uji coba itu merupakan uji coba rudal balistik pertama Korut sejak November 2017 lalu, saat rezim komunis itu meluncurkan sebuah rudal balistik antar benua (ICBM) yang menuai protes. Saat itu, Kim Jong-Un menyatakan kekuatan nuklir Korut telah lengkap dan menawarkan perundingan pada Korsel dan AS yang berujung dua kali pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump dan tiga kali pertemuan dengan Presiden Korsel Moon Jae-In.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed