DetikNews
Selasa 09 April 2019, 10:46 WIB

Setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri, Giliran Bos Secret Service Mundur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri, Giliran Bos Secret Service Mundur para agen Secret Service bertugas mengawal presiden AS dan para kepala negara yang berkunjung ke AS (Foto: istimewa)
Washington - Kepala Secret Service (Dinas Rahasia) Amerika Serikat, yang mengawal Presiden Donald Trump dan para kepala negara yang berkunjung, mengundurkan diri dari jabatannya. Ini menambah panjang daftar pejabat yang mundur di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

"Direktur Secret Service Amerika Serikat (USSS) Randolph 'Tex' Alles akan pergi sebentar lagi dan Presiden Trump telah memilih James M. Murray, anggota karir USSS untuk mengambil alih sebagai direktur, yang dimulai pada Mei," kata juru bicara Trump, Sarah Sanders dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2019).

Sanders tidak menyebutkan alasan pengunduran diri Alles yang mendadak ini. Namun Alles dengan cepat membantah bahwa dirinya telah diberhentikan.


"Tak diragukan lagi bahwa kalian telah melihat laporan media mengenai "pemberhentian" saya," tulis Alles dalam sebuah statemen. "Saya pastikan pada kalian bahwa bukan demikian kasusnya, dan pada kenyataannya saya diberitahu beberapa minggu lalu oleh pemerintahan bahwa transisi dalam kepemimpinan bakal terjadi di Departemen Keamanan Dalam Negeri," imbuhnya.

Pernyataan ini tampaknya dimaksudkan untuk menanggapi spekulasi di media-media AS bahwa Alles kemungkinan diberhentikan terkait insiden keamanan pada Maret lalu di klub golf milik Trump di Florida. Saat itu, seorang wanita tanpa izin melewati pemeriksaan keamanan dengan membawa paspor China dan banyak perangkat elektronik, termasuk telepon dan thumb drive yang diduga mengandung malware.


Sebelumnya pada Minggu (7/4) waktu setempat, Trump mengumumkan pengunduran diri Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen, yang memimpin kebijakan kontroversialnya untuk mencoba menghentikan para imigran ilegal dan pencari suaka masuk ke AS.

Diketahui bahwa tugas utama Secret Service adalah melindungi presiden dan wakil presiden AS serta keluarga mereka, serta para mantan presiden AS dan para kepala negara yang berkunjung ke AS. Badan ini juga mengkoordinasikan pengamanan gedung-gedung seperti Gedung Putih dan kedutaan-kedutaan asing.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed