DetikNews
Selasa 19 Maret 2019, 18:59 WIB

Pesan Pemimpin ISIS Usai Aksi Teror Masjid New Zealand

Novi Christiastuti - detikNews
Pesan Pemimpin ISIS Usai Aksi Teror Masjid New Zealand Polisi New Zealand berjaga di sekitar Masjid Al Noor (REUTERS/Jorge Silva)
Damaskus - Salah satu pemimpin kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merilis pesan khusus usai aksi teror di dua masjid di Christchurch, New Zealand, menewaskan 50 warga muslim. Apa isi pesan itu?

Seperti dilaporkan media ternama Amerika Serikat (AS), The New York Times (NYT) dan dilansir New Zealand Herald, Selasa (19/3/2019), juru bicara ISIS, Abu Hassan al-Muhajir, merilis rekaman audio berdurasi 44 menit.

Rekaman audio itu berisi seruan balas dendam untuk teror di New Zealand yang dilakukan seorang pria Australia bernama Brenton Tarrant (28) yang diketahui berpandangan anti-imigran, anti-muslim dan memuji-muji supremasi kulit putih.


NYT melaporkan bahwa seruan Al-Muhajir itu memecah kebungkaman ISIS selama enam bulan terakhir.

"Pemandangan pembantaian di dua masjid seharusnya membangunkan mereka-mereka yang dibodohi dan seharusnya mengobarkan pendukung kekhalifahan untuk membalas dendam agama mereka," sebut Al-Muhajir dalam rekaman audio itu.

Dalam aksi brutal pada Jumat (15/3) lalu, Tarrant secara membabi-buta menembaki para jemaah yang sedang salat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Al-Muhajir menyamakan pembantaian itu dengan pertempuran yang masih berlangsung di markas terakhir ISIS di Suriah saat ini.

"Di sini, di Baghuz, di Suriah, di mana muslim dibakar hingga tewas dan dibom oleh senjata pemusnah massal yang diketahui dan tak diketahui," klaimnya.


Ditambahkan NYT dalam laporannya bahwa para pejabat koalisi pimpin AS di Suriah meyakini orang-orang yang tewas dalam pertempuran di Baghuz adalah para petempur ISIS bersama istri atau anak mereka.

Terkait teror di Christchurch, Tarrant yang menjadi satu-satunya tersangka telah didakwa pembunuhan. Namun Kepolisian New Zealand menyatakan dia masih bisa dijerat dakwaan tambahan saat kembali disidang pada 5 April mendatang.

Sementara itu, level keamanan nasional di New Zealand dinaikkan ke level tinggi usai teror di Christchurch terjadi.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed