DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 15:33 WIB

AS Kirim Bantuan untuk Rakyat Venezuela, Maduro Blokir Perbatasan

Novi Christiastuti - detikNews
AS Kirim Bantuan untuk Rakyat Venezuela, Maduro Blokir Perbatasan Militer Venezuela memblokir jembatan yang menghubungkan dengan perbatasan Kolombia (REUTERS/Carlos Eduardo Ramirez)
Caracas - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Venezuela yang menderita akibat krisis yang melanda negeri itu. Namun bantuan itu ditolak Presiden Nicolas Maduro yang memerintahkan militer Venezuela memblokir jembatan di perbatasan Kolombia, yang akan menjadi jalur penyaluran bantuan.

Seperti dilansir Reuters dan Hurriyet Daily News, Kamis (7/2/2019), Dewan Nasional Venezuela yang didominasi oposisi pemerintahan telah memperingatkan militer Venezuela yang loyal pada Maduro, untuk tidak melanggar 'garis merah' dengan memblokir bantuan kemanusiaan.

Situasi krisis di Venezuela semakin memanas setelah pemimpin oposisi Juan Guaido menantang pemerintahan Maduro dan memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venezuela pada 23 Januari lalu. Aksi Guaido itu memicu krisis internasional. Dalam pernyataannya, Guaido yang merupakan Ketua Dewan Nasional Venezuela, mengklaim bahwa lebih dari 300 ribu orang terancam tewas jika bantuan kemanusiaan tidak disalurkan.

Maduro menyebut bahwa bantuan kemanusiaan akan menjadi 'pembuka jalan' bagi sebuah invasi yang dipimpin AS. Dia bersikeras menyatakan bahwa 'tidak ada satupun yang akan masuk, tidak ada satupun yang akan menginvasi tentara'.


Militer Venezuela menggunakan sebuah truk tanker dan dua buah kontainer berukuran raksasa untuk memblokir akses ke Jembatan Tienditas, yang menghubungkan Cucuta yang ada di Kolombia dengan Urena di Venezuela pada Selasa (5/2) lalu. Para tentara Venezuela yang membawa senjata lengkap berjaga di pos-pos bea cukai, bersumpah menghalangi setiap upaya untuk menyeberang perbatasan.

Pada Rabu (6/2) waktu setempat, wilayah Cucuta cenderung tenang namun para petugas imigrasi Kolombia harus sedikit memundurkan posisinya dari garis perbatasan akibat situasi yang semakin tegang dengan Venezuela. Di kota perbatasan Urena, Venezuela, warga mulai mendaftar, meski secara tidak resmi, untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan.

"Kami putus asa. Uang kami tidak bernilai untuk mendapatkan apapun. Maduro tidak ingin membantu, tapi dia seharusnya memikirkan rakyat yang tidak punya apapun untuk dimakan," ujar seorang warga Venezuela, Livia Vargas (40).

Bantuan kemanusiaan dari AS itu dikoordinasikan oleh Guaido yang kini mendapatkan dukungan sekitar 40 negara sebagai pemimpin sementara Venezuela. Maduro berulang kali menuding AS menghasut kudeta di negaranya. AS sendiri telah menyatakan tidak mengesampingkan opsi intervensi militer ke Venezuela.


Belum diketahui bagaimana cara pemerintah Kolombia dan AS menyalurkan bantuan kemanusiaan itu tanpa izin Maduro. Kiriman bantuan diketahui juga datang dari negara-negara lain termasuk Kanada dan Jerman.

Seorang warga Venezuela lainnya, Yesica Leonett, memohon informasi soal cara mendapatkan bantuan kemanusiaan itu untuk keempat anaknya. Leonett hanya bisa mengintip dari celah pagar besi di area tempat bantuan kemanusiaan AS disimpan sementara di Cucuta, Kolombia.

"Orang-orang butuh bantuan. Anak-anak saya makan kulit pisang yang direbus, disuwir seperti daging," tutur Leonett (31) yang kabur dari Venezuela sekitar 8 bulan lalu. "Sungguh bahagia bisa mendapatkan bantuan untuk anak-anak saya. Bahkan kebahagiaan yang besar untuk menyingkirkan Maduro," imbuhnya.

Kolombia sejauh ini telah menerima lebih dari 1,1 juta warga Venezuela yang kabur dari negaranya, dengan sekitar 3 ribu orang datang setiap harinya. Pemerintah Kolombia memperkirakan jumlah itu bisa mencapai 4 juta orang pada tahun 2021 jika krisis Venezuela tidak juga berakhir.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed