DetikNews
Rabu 06 Februari 2019, 16:34 WIB

Maduro Surati Paus Fransiskus Soal Venezuela, Tapi Belum Dibaca

Novi Christiastuti - detikNews
Maduro Surati Paus Fransiskus Soal Venezuela, Tapi Belum Dibaca Paus Fransiskus (BBC World)
Vatican City - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengirimkan surat kepada Paus Fransiskus untuk memohon bantuan dalam menggelar dialog bagi krisis yang kini sedang melanda Venezuela. Paus menyatakan dirinya belum membaca surat itu, namun bersedia menjadi penengah dengan satu syarat.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/2/2019), hal itu disampaikan Paus Fransiskus dalam penerbangan pulang usai kunjungan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Saat ditanya wartawan soal surat itu, Paus Fransiskus mengonfirmasi pihaknya telah menerima namun belum sempat membacanya.

Diketahui bahwa pada Senin (4/2) lalu, Maduro menuturkan kepada televisi Italia, Sky TG24, dirinya telah mengirimkan surat kepada Paus Fransiskus 'untuk meminta bantuan dalam proses memfasilitasi dan memperkuat dialog' bagi krisis di Venezuela, yang 70 persen warganya menganut Katolik.


Saat ditanya soal upaya mediasi langsung oleh Vatikan, Paus Fransiskus menjawab: "Saya akan membaca suratnya dan melihat apa yang bisa dilakukan tapi syarat awalnya adalah kedua pihak yang memintanya. Kami bersedia."

Paus Fransiskus merujuk pada Maduro dan pemimpin oposisi serta Ketua Dewan Nasional Venezuela, Juan Guaido, yang bulan lalu memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venezuela.

Mengingat kegagalan serentetan dialog yang telah digelar sebelumnya, termasuk yang salah satunya dipimpin oleh Vatikan, rival politik Maduro itu curiga dan meyakini Maduro memanfaatkannya untuk meredakan aksi protes dan mengulur-ulur waktu.


Kepada wartawan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa mediasi formal seharusnya dipandang sebagai langkah terakhir dalam proses diplomasi. Paus Fransiskus menyatakan bahwa langkah-langkah awal harus dilakukan terlebih dulu oleh Vatikan dan komunitas internasional.

"Berusaha saling mendekatkan, untuk memulai proses dialog," ujar Paus Fransiskus soal langkah-langkah awal yang harus dilakukan.

Pernyataan Paus Fransiskus itu disampaikan setelah sejumlah negara-negara besar di Eropa bergabung bersama Amerika Serikat (AS) dalam mengakui Guaido sebagai Presiden interim Venezuela.


Diketahui bahwa Venezuela diselimuti aksi protes besar-besaran sejak 10 Januari lalu, saat Maduro dilantik sebagai Presiden Venezuela untuk periode kedua. Hasil pemilu saat itu diboikot oleh oposisi Venezuela. Maduro dituduh memimpin secara otoriter dan menghancurkan perekonomian Venezuela.

Krisis politik di Venezuela semakin memburuk setelah pada 23 Januari lalu, Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden sementara setelah Maduro menolak seruan untuk mengundurkan diri. Pemerintah Amerika Serikat dengan cepat mendukung Guaido. Namun Maduro menyebut AS mendalangi upaya kudeta terhadap pemerintahannya.


Saksikan juga video 'Demo Akbar di Venezuela Desak Nicolas Maduro Mundur':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed