DetikNews
Selasa 05 Februari 2019, 15:15 WIB

Angelina Jolie Temui Para Pengungsi Rohingya di Kamp Bangladesh

Rita Uli Hutapea - detikNews
Angelina Jolie Temui Para Pengungsi Rohingya di Kamp Bangladesh Angelina Jolie (Foto: Ist.)
Dhaka - Superstar Hollywood Angelina Jolie berkunjung ke kamp pengungsi muslim Rohingya di Bangladesh. Kedatangan aktris cantik tersebut sebagai bagian dari perannya sebagai utusan khusus badan pengungsi PBB, UNHCR.

Setelah tiba di Bangladesh, Jolie mendatangi sebuah kamp pengungsi Rohingya di Teknaf, dekat perbatasan Myanmar pada Senin (4/2) waktu setempat. Aktris berumur 43 tahun itu tidak mengeluarkan komentar publik, namun Wakil Kepala Kepolisian distrik Cox's Bazar, Ikbal Hossain mengatakan bahwa Joli akan mengunjungi dua kamp lainnya pada Selasa (5/2) ini.

UNHCR menyatakan dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/2/2019), Jolie berada di Bangladesh untuk menilai kebutuhan kemanusiaan sekitar satu juta warga Rohingya di kamp Kutupalong di kota Cox's Bazar. Sebelumnya, mantan istri aktor Brad Pitt itu juga telah menemui para pengungsi Rohingya di Myanmar pada Juli 2015 dan di India pada tahun 2016.


Lebih dari 730 ribu warga Rohingya di Myanmar telah mengungsi ke Bangladesh sejak operasi militer Myanmar di negara bagian Rakhine pada Agustus 2017. Dari jumlah itu, lebih dari 620 ribu orang di antaranya tinggal di kamp Kutupalong, permukiman pengungsi terbesar di dunia. Sekitar 300 ribu pengungsi Rohingya telah lebih dulu ada di kamp tersebut sebelum eksodus pada Agustus 2017 lalu.

"Bangladesh telah sangat dipengaruhi oleh masuknya lebih dari 730.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar sejak Agustus 2017 dan sekarang menampung hampir satu juta pengungsi. Mayoritas pengungsi -- lebih dari 620.000 orang -- tinggal di satu wilayah saja: Kutapalong, permukiman pengungsi terbesar di dunia saat ini," kata UNHCR dalam pernyataannya.

Dalam kunjungannya selama tiga hari ini, Jolie juga akan bertemu Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen dan para pejabat tinggi Bangladesh lainnya.
Pembicaraan tersebut akan difokuskan ke bagaimana UNHCR dapat membantu upaya-upaya pemerintah Bangladesh untuk Rohingya dan perlunya "solusi berkelanjutan" untuk menempatkan warga minoritas yang tertindas itu.

Dalam waktu dekat ini, PBB akan mengeluarkan seruan baru kepada dunia internasional untuk menggalang dana US$ 920 juta guna memenuhi kebutuhan para pengungsi Rohingya dan komunitas yang menampung mereka. Oleh PBB, Rohingya disebut sebagai minoritas paling tertindas di dunia.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed