DetikNews
Senin 04 Februari 2019, 19:18 WIB

Eks Rekan Sebut El Chapo Cekoki Narkoba dan Perkosa Gadis-gadis

Novi Christiastuti - detikNews
Eks Rekan Sebut El Chapo Cekoki Narkoba dan Perkosa Gadis-gadis El Chapo (Reuters)
New York - Persidangan terhadap gembong narkoba asal Meksiko, Joaquin 'El Chapo' Guzman, masih berlanjut di New York, Amerika Serikat (AS). Diungkapkan salah satu saksi dalam kasus ini bahwa El Chapo banyak memperkosa remaja-remaja putri setelah mencekoki mereka dengan narkoba.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Senin (4/2/2019), hal tersebut terungkap dalam dokumen pengadilan yang diungkap ke publik pada Sabtu (2/2) waktu setempat. Saksi yang mengungkapkan kekejian El Chapo (61) ini merupakan mantan rekannya sejak lama, Alex Cifuentes. Cifuentes (50) ditangkap di Meksiko tahun 2013 dan dideportasi ke AS. Dia bersedia bekerja sama dengan otoritas AS sebagai pertukaran atas hukuman lebih ringan.

Disebutkan Cifuentes dalam dokumen pengadilan itu bahwa seorang wanita -- yang dijuluki 'Commadre Maria' -- akan mengirimkan foto-foto gadis-gadis muda kepada El Chapo. Gadis termuda disebut Cifuentes baru berusia 13 tahun.

El Chapo kemudian akan memilih dari foto-foto itu. Setiap gadis yang dipilih El Chapo akan diberi imbalan US$ 5 ribu (Rp 68,7 juta) per gadis.


Dituturkan Cifuentes, seperti dikutip dari dokumen pengadilan itu, bahwa dirinya pernah 'menyaksikan terdakwa melakukan hal serupa (berhubungan intim) dalam beberapa kali kesempatan, dengan remaja-remaja yang paling muda berusia 13 tahun'.

Dokumen pengadilan menyebut El Chapo terkadang mencekoki remaja-remaja putri itu dengan 'zat berbentuk serbuk' dengan bantuan Cifuentes, sebelum memperkosa mereka.

Diungkapkan Cifuentes dalam dokumen itu bahwa El Chapo menyebut 'gadis termuda sebagai 'vitamin-nya' karena dia meyakini bahwa aktivitas seksual dengan gadis-gadis muda memberinya kehidupan'. Dokumen pengadilan itu menyebut keterangan saksi-saksi lainnya saling bersesuaian dan menjadi bukti kuat untuk tuduhan itu.

Disebutkan juga dalam dokumen itu bahwa Cifuentes mengaku dirinya pernah berhubungan intim dengan gadis-gadis muda itu sebanyak tiga hingga empat kali, tanpa memakai narkoba. Dia mengakui pernah berhubungan intim dengan sejumlah remaja, dengan yang paling muda berusia 15 tahun.


Namun saat dirinya hadir dalam persidangan El Chapo, Cifuentes tidak mengungkapkan keterangan yang disampaikannya kepada penyidik AS seperti tertulis dalam dokumen pengadilan tersebut. Diketahui bahwa sidang kasus El Chapo diakhiri pada Kamis (31/1) lalu, setelah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Menanggapi laporan itu, pengacara El Chapo, Eduardo Balarezo, menyampaikan bantahan. "Joaquin (El Chapo-red) menyangkal tuduhan-tuduhan itu, yang jelas kurang tidak memiliki bukti kuat dan dianggap terlalu penuh prasangka dan tidak dapat dipercaya untuk diakui di persidangan," tegas Balarezo dalam pernyataannya.

"Sangat disayangkan bahwa dokumen itu dirilis secara publik sebelum juri mulai memberikan pertimbangan," imbuhnya.

Oleh otoritas AS, El Chapo dijerat 10 dakwaan federal termasuk terlibat aktivitas kriminal berkelanjutan, berkonspirasi atas pencucian uang terhadap dana hasil penjualan narkoba, berkonspirasi atas pengedaran kokain, heroin, mariyuana dan narkoba lainnya dan dakwaan menggunakan senjata api. El Chapo menyatakan diri tidak bersalah atas seluruh dakwaan itu.


Pada Senin (4/2) waktu setempat, juri pengadilan setempat akan mulai menimbang apakah El Chapo bersalah atas dakwaan-dakwaan yang dijeratkan. Dia terancam hukuman maksimum penjara seumur hidup jika dinyatakan bersalah.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed