DetikNews
Sabtu 02 Februari 2019, 12:29 WIB

Staf Konsulat AS di Turki Dijerat Dakwaan Spionase

Novi Christiastuti - detikNews
Staf Konsulat AS di Turki Dijerat Dakwaan Spionase Ilustrasi (Dok. Reuters)
Istanbul - Pengadilan Turki menjeratkan dakwaan pidana terhadap seorang staf lokal pada Konsulat Amerika Serikat (AS) di Istanbul. Staf Konsulat AS itu didakwa atas spionase dan berupaya menggulingkan pemerintahan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (2/2/2019), staf Konsulat AS yang diidentifikasi bernama Metin Topuz itu diketahui bekerja sebagai staf penghubung Badan Pemberantasan Narkoba AS pada misi diplomatik Amerika di Turki.

Otoritas Turki menyatakan Topuz memiliki keterkaitan dengan ulama ternama Fethullah Gulen yang kini tinggal di AS. Diketahui bahwa otoritas Turki masih bersikeras menuduh Gulen memerintahkan percobaan kudeta yang gagal pada tahun 2016 lalu. Gulen telah menyangkal tuduhan itu.


Dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu Agency, bahwa pengadilan Istanbul memerintahkan Topuz untuk tetap ditahan sembari menunggu persidangan atas kasusnya dimulai. Bulan lalu, pengadilan Istanbul menerima dakwaan yang diajukan jaksa setempat.

Topuz telah ditahan otoritas Turki sejak September 2017. Persidangan kasusnya akan dimulai pada 26 Maret mendatang dan sidang perdana akan berlangsung selama tiga hari. Topuz terancam hukuman maksimum penjara seumur hidup jika dinyatakan bersalah.

Dalam kasus ini, Topuz dicurigai melakukan komunikasi dengan sejumlah mantan polisi dan seorang jaksa yang diduga terkait Gerakan Gulen dan sedang dalam pelarian. Dakwaan menyatakan Topuz melakukan 'komunikasi sangat intens' dengan sejumlah mantan kepala kepolisian yang terlibat dalam penyelidikan dugaan korupsi tahun 2013 yang mempengaruhi para pejabat pemerintahan Turki saat itu.


Diketahui juga bahwa Topuz berada di tengah pertikaian visa antara Turki dan AS pada akhir tahun 2017, setelah dia ditangkap.

Dakwaan terhadap Topuz ini diloloskan sehari setelah pengadilan kota Mardin mengadili seorang mantan staf lokal Konsulat AS di Adana, Turki bagian selatan. Staf lokal bernama Hamza Ulucay itu dinyatakan bersalah telah membantu militan Kurdi yang ditetapkan ilegal di Turki dan divonis 4 tahun 6 bulan penjara.

Namun pengadilan Mardin menyatakan Ulucay akan segera dibebaskan karena dia telah mendekam di penjara sejak Maret 2017.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed