DetikNews
Kamis 31 Januari 2019, 16:43 WIB

Jadi Ketua 'Komando Cinta', Pria India Ditangkap Polisi

Novi Christiastuti - detikNews
Jadi Ketua Komando Cinta, Pria India Ditangkap Polisi Ilustrasi (Thinkstock)
New Delhi - Kepolisian India menangkap seorang pria yang menjabat sebagai Ketua 'Komando Cinta', sebuah organisasi yang menampung pasangan kekasih yang tak direstui keluarga. Pria itu diduga melakukan pemerasan pasangan-pasangan yang ditampungnya.

Seperti dilansir AFP, Kamis (31/1/2019), organisasi bernama 'Komando Cinta' ini dikenal kerap memberikan tempat penampungan dan saran-saran hukum untuk pasangan-pasangan kekasih yang tidak direstui keluarga.

Sanjoy Sachdev yang merupakan pendiri dan ketua 'Komando Cinta' ditangkap pada Selasa (29/1) malam waktu setempat. Penangkapan dilakukan setelah polisi menggeledah salah satu rumah penampungan yang dikelola organisasi yang dipimpin Sachdev itu.


Penggeledahan dilakukan polisi dengan didampingi anggota Komisi Wanita New Delhi (DCW). Empat pasangan dibebaskan dari rumah penampungan itu.

"Diamati bahwa dia (Sachdev) terlibat dalam penyekapan ilegal dan pemerasan terhadap pasangan-pasangan, dengan dalih memberikan tempat perlindungan bagi para korban," sebut DCW dalam pernyataannya.

Empat pasangan yang ditemukan dalam penggeledahan itu menyebut mereka dipaksa untuk membayar sejumlah uang sebagai biaya dan diancam jika mereka ingin pergi dari rumah penampungan itu.

Sachdev yang mantan jurnalis ini, mulai membentuk 'Komando Cinta' tahun 2010 setelah dirinya membantu seorang pria muda yang secara keliru dituduh memperkosa wanita yang ingin dinikahinya tanpa restu keluarga.


Diketahui bahwa sebagian besar pernikahan di India diatur oleh pihak keluarga. Setiap pasangan yang melanggar tradisi itu dan memilih menikah dengan pasangan berbeda kasta dan agama tanpa restu keluarga, akan menghadapi tindakan kasar dari keluarganya sendiri.

Ratusan orang di India setiap tahunnya menjadi korban atas tindak kriminal yang disebut 'pembunuhan demi kehormatan' oleh anggota keluarga mereka sendiri demi melindungi nama baik keluarga.

"Pasangan-pasangan yang menghadapi ancaman pembunuhan demi kehormatan di negara kita, mengalami trauma berat. Bagi sebuah LSM untuk memeras dan menganiaya muda-mudi yang rapuh dengan dalih membantu mereka, sungguh memalukan dan tragis," sebut Kepala DCW, Swati Maliwal.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed