DetikNews
Senin 28 Januari 2019, 17:40 WIB

Duh! Ratusan Ribu Ikan di Sungai Australia Mati Massal

Novi Christiastuti - detikNews
Duh! Ratusan Ribu Ikan di Sungai Australia Mati Massal Ratusan ribu ikan di sungai Australia mati massal (Rob Gregory via AP)
New South Wales - Ratusan ribu ekor ikan mati secara massal dalam insiden ketiga yang terjadi beberapa pekan terakhir di perairan sungai Australia. Otoritas setempat menyebut insiden itu dipicu kekeringan yang sedang melanda, sedangkan pengkritik menyebutnya karena pengelolaan air yang salah.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (28/1/2019), mati massal ratusan ribu ekor ikan ini terjadi dalam waktu semalam di Sungai Darling yang ada di dekat kota Menindee, New South Wales. Lokasi itu sama dengan lokasi matinya ratusan ibu ekor ikan pada awal Januari lalu dan sesaat sebelum Natal tahun 2018.

Cuaca panas diduga membuat ganggang mekar yang diketahui beracun, kemudian suhu udara lebih dingin pada malam hari membuat ganggang mati, yang memicu kurangnya suplai oksigen pada air sungai.

Premier New South Wales, Gladys Berekjiklian, menyalahkan buruknya kualitas air sungai saat musim kering yang melanda secara berkepanjangan.


Menteri Urusan Perairan Regional, Niall Blair, menyatakan departemennya menyadari adanya kondisi cuaca 'buruk' dan mengerahkan dua buah aerator bertenaga solar ke kawasan Menindee. Pemerintah negara bagian New South Wales membeli 16 buah aerator untuk dipasang di jalur-jalur perairan setelah wilayahnya mengalami insiden ikan mati massal pada 6-7 Januari lalu.

Aerator merupakan alat yang berfungsi menambahkan udara ke dalam air untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut.

"Sangat disayangkan, tidak ada siapapun yang bisa mengusulkan -- tidak ada ilmuwan, warga lokal, tidak seorangpun yang bisa mengusulkan hal lainnya yang bisa mencegah hal seperti ini selain mengalirkan air segar ke dalam sistem dan kami tidak memilikinya," ucap Blair kepada wartawan setempat.


Asosiasi Pariwisata Regional Menindee, Rob Gregory, yang mengoperasikan penjelajahan sungai, menyebut pemerintah mengizinkan para petani mengambil air sungai sebanyak mungkin untuk irigasi. Hal semacam ini telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

"Sekarang kita tidak memiliki cadangan untuk mengisi sistem dan kita melihat habisnya oksigen dipicu mekarnya ganggang biru-hijau dan inilah dampak akhirnya. Ini mungkin kematian ikan yang terakhir yang kita alami karena tidak ada ikan yang tersisa," ujarnya.

Cekungan Murray-Darling merupakan sistem sungai utama di Australia, yang membentang di empat negara bagian dan memproduksi sepertiga suplai makanan negara tersebut.

Seorang warga Menindee, Graeme McCrabb, menyebut kematian ikan-ikan menyoroti bagaimana buruknya pengelolaan air sungai. "Ada uang wajib pajak sebanyak AUS$ 13 miliar dolar yang dihabiskan di sini hanya untuk berakhir dengan ... kekacauan besar," tutur McCrabb kepada ABC.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed