Seperti dilansir AFP, Jumat (28/12/2018), kedua remaja yang jasadnya ditemukan terkubur itu diduga bernama Mary Crocker yang berusia 14 tahun dan Elwyn Crocker Jr yang diperkirakan kini berusia 16 tahun. Temuan ini didapat di halaman belakang rumah keluarga Crocker di Guyton, Georgia.
Mary dan Elwyn merupakan kakak-beradik, dengan Mary berjenis kelamin perempuan dan Elwyn berjenis kelamin laki-laki. Pemeriksaan forensik tengah dilakukan terhadap dua jasad remaja itu untuk memastikan identitas juga penyebab dan waktu kematian mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini berawal saat polisi mendatangi rumah keluarga Crocker pada 20 Desember lalu, setelah mendapat laporan salah satu tetangga yang menyebut Mary telah menghilang selama berminggu-minggu. Si tetangga yang tidak disebut namanya itu mengaku khawatir atas keselamatan remaja perempuan itu.
Kepada polisi, semua orang dewasa yang ada di dalam rumah keluarga Crocker menyebut Mary tinggal bersama ibundanya di South Carolina sejak Oktober 2018. Diketahui bahwa sang ayah, Crocker, telah bercerai dan menikah lagi dengan wanita lain.
Setelah melakukan pemeriksaan, polisi mendapati informasi yang diberikan keluarga Crocker tidak benar. Polisi lantas melakukan penggeledahan di rumah keluarga Crocker tersebut. Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan dua jasad yang dikubur di halaman belakang rumah.
Laporan kepolisian menyebut Mary terakhir kali terlihat pada Oktober 2018. Sedangkan kakaknya, Elwyn, disebutkan tidak diketahui kabarnya sejak November 2016 saat dia masih berusia 14 tahun. Anehnya, pihak keluarga Crocker tidak pernah melaporkan hilangnya kedua remaja itu ke polisi setempat.
Selain ayah dari kedua remaja itu, tiga orang lainnya yang ditangkap diidentifikasi sebagai istri baru Crocker, Candice (33), kemudian mertua Crocker, Kim Wright (50) dan seorang pria yang merupakan kekasih mertua Crocker, Anthony Prater (55).
Belum diketahui pasti apa yang terjadi pada kedua remaja itu. Dakwaan yang dijeratkan terhadap ayah mereka juga tiga orang lainnya masih bisa bertambah, menunggu laporan forensik soal penyebab kematian kedua remaja itu.
Laporan media-media lokal menyebut bahwa ayah kedua remaja itu baru-baru ini bekerja sebagai Sinterklas di supermarket Walmart setempat.
(nvc/rna)











































