India Peringati 10 Tahun Teror Mumbai, AS Umumkan Imbalan Rp 71 M

India Peringati 10 Tahun Teror Mumbai, AS Umumkan Imbalan Rp 71 M

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Nov 2018 18:23 WIB
Hotel Taj Mahal di Mumbai yang menjadi salah satu target serangan teror tahun 2008 (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Hotel Taj Mahal di Mumbai yang menjadi salah satu target serangan teror tahun 2008 (REUTERS/Francis Mascarenhas)
New Delhi - India memperingati 10 tahun tragedi Mumbai yang menewaskan 166 orang dalam serangan teror tahun 2008 silam. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) yang enam warganya turut menjadi korban, mengumumkan imbalan baru untuk penangkapan pelaku.

Sebanyak 10 pria bersenjata menyusup dengan perahu ke dalam Mumbai yang merupakan pusat finansial India pada 26 November 2008 lalu. Mereka menyerang berbagai sudut kota Mumbai dalam aksi teror selama tiga hari berturut-turut yang melibatkan banyak senjata api dan granat. Sedikitnya 166 orang tewas, dengan enam orang di antaranya merupakan warga negara AS.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (26/11/2018), peringatan 10 tahun teror Mumbai yang diikuti para politikus senior India digelar di area Memorial Martir di pusat kota Mumbai. Acara peringatan lainnya digelar di beberapa lokasi serangan.

"Negara yang tahu berterima kasih membungkuk pada polisi dan tentara kita yang berani yang melawan teroris-teroris itu saat serangan Mumbai," sebut Perdana Menteri India, Narendra Modi, via Twitter.


India menyalahkan militan terkait Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berbasis di Pakistan sebagai dalang atas teror itu. Seluruh pria bersenjata dalam serangan itu, kecuali satu pelaku yang tewas, merupakan warga Pakistan.

Otoritas Pakistan sendiri mengecam teror Mumbai dan menyangkal terlibat. Pakistan menawarkan kerja sama dalam penyelidikan dengan India. Namun pada praktiknya, sosok ulama Pakistan dan pendiri LeT, Hafiz Saeed, yang diyakini oleh India dan AS sebagai dalang utama teror Mumbai, telah dibebaskan oleh pengadilan Pakistan pada November 2017 lalu. Pemerintah India sangat marah atas putusan ini.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendorong Pakistan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas teror Mumbai, yakni LeT dan afiliasinya.

"Ini merupakan penghinaan bagi keluarga korban bahwa, setelah 10 tahun, pihak-pihak yang merencanakan serangan Mumbai masih belum dihukum atas keterlibatan mereka," tegas Pompeo dalam pernyataannya.


"Kami menyerukan kepada semua negara, khususnya Pakistan, untuk menegakkan kewajiban Dewan Keamanan PBB mereka untuk memberlakukan sanksi-sanksi terhadap para teroris yang bertanggung jawab atas kekejaman ini, termasuk Lashkar-e-Taiba dan afiliasinya," imbuh pernyataan itu.

"Kami berdiri bersama bersama keluarga dan kerabat korban, yang orang-orang tercintanya tewas dalam aksi biadab ini, termasuk enam warga Amerika," ucapnya.

Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan imbalan baru sebesar US$ 5 juta (Rp 71,2 miliar) untuk 'setiap informasi yang mengarah pada penangkapan atau persidangan di negara manapun terhadap individu siapapun yang melakukan, berkonspirasi melakukan atau membantu atau bersekongkol' dalam serangan teror Mumbai.

Ini merupakan ketiga kalinya AS menawarkan imbalan terkait teror Mumbai. Diketahui sebelumnya bahwa AS menetapkan imbalan US$ 10 juta untuk pendiri LeT Hafiz Saeed dan US$ 2 juta untuk pemimpin senior LeT Hafiz Abdul Rahman Makki. Saaed membantah terlibat terorisme dan teror Mumbai.

(nvc/bag)